Andilangodang – SIAPA YANG TAHU KEBERHASILAN SETIAP SAAT BISA MENJADI BENCANA
GAGAL SETELAH SUKSES sudah banyak terjadi.
GAGAL dalam berbisnis.
GAGAL dalam percintaan.
KAYA jatuh miskin.
BAHAGIA jadi merana.
Semua itu bisa terjadi diantara penyebabnya adalah, sejak seseorang menjadi sukses atau sedang berbahagia dalam percintaan selalu lebih banyak melihat diri sendiri. Lupa memperhatikan orang yang telah mengerjakan keberhasilannya.
Terlalu sibuk dengan meningkatkan hasil atau keuntungan bisnis.
Dalam percintaan terlalu sibuk menuntut perhatian terhadap diri sendiri.
Lupa bahwa keberhasilan yang didapat dari orang yang terdekat, bukan orang baru yang sedang mengajak kerjasama.
Bukan orang baru yang membuat janji.
Lupa dengan kesetiaan yang diberikan orang terdekat.
Lupa memberi nilai kepada orang terdekat.
Tidak pernah punya waktu satu menitpun berbicara dengan orang terdekat.
Orang KAYA tidak pernah menjadi sahabat orang miskin.
Kesalahan selalu dibesarkan sementara keberhasilan tidak pernah mendapatkan perhatian.
Kalau hal ini sudah terjadi pertanda bencana kehancuran akan segera tiba.
Apabila kehancuran sudah terjadi saat itulah kesadaran baru hadir.
Saat itu pula orang tidak lagi bersedia menyapa dengan hormat, dengan kasih sayang.
SEMUA telah terbang jauh. Semua sibuk dengan kebutuhan masing-masing.
Semoga hal ini tidak bakal terjadi kepada kita.
Amiin.
Sumber : Shvoong.com
GAGAL SETELAH SUKSES sudah banyak terjadi.
GAGAL dalam berbisnis.
GAGAL dalam percintaan.
KAYA jatuh miskin.
BAHAGIA jadi merana.
Semua itu bisa terjadi diantara penyebabnya adalah, sejak seseorang menjadi sukses atau sedang berbahagia dalam percintaan selalu lebih banyak melihat diri sendiri. Lupa memperhatikan orang yang telah mengerjakan keberhasilannya.
Terlalu sibuk dengan meningkatkan hasil atau keuntungan bisnis.
Dalam percintaan terlalu sibuk menuntut perhatian terhadap diri sendiri.
Lupa bahwa keberhasilan yang didapat dari orang yang terdekat, bukan orang baru yang sedang mengajak kerjasama.
Bukan orang baru yang membuat janji.
Lupa dengan kesetiaan yang diberikan orang terdekat.
Lupa memberi nilai kepada orang terdekat.
Tidak pernah punya waktu satu menitpun berbicara dengan orang terdekat.
Orang KAYA tidak pernah menjadi sahabat orang miskin.
Kesalahan selalu dibesarkan sementara keberhasilan tidak pernah mendapatkan perhatian.
Kalau hal ini sudah terjadi pertanda bencana kehancuran akan segera tiba.
Apabila kehancuran sudah terjadi saat itulah kesadaran baru hadir.
Saat itu pula orang tidak lagi bersedia menyapa dengan hormat, dengan kasih sayang.
SEMUA telah terbang jauh. Semua sibuk dengan kebutuhan masing-masing.
Semoga hal ini tidak bakal terjadi kepada kita.
Amiin.
Sumber : Shvoong.com

