100100 Voting: 999,879,658

Pemikiran politik Sunni, Syi'ah, Khawarij, dan mu'tazilah

PEMIKIRAN POLITIK SUNNI

Pemikiran-pemikiran dari ahli-ahli politik sunni cenderung membelah dan mempertahankan kehidupan kekuasaan. Jarang pula pemikiran politik dan kewarganegaraan mereka menjadi alat legitimasi bagi kekuasaan khalifah yang memerintah namun atas pendapat ini mujar ibnu syarif memberikan sebuah solusi ketika makalah ini dipersentasekan bahwasannya pendapat diatas merupakan suatu hal yang darurat.
Ibnu taimiyah telah merumuskan bahwa 60 tahun berada dibawah rezim penguasa zalim lebih baik dari pada sehari hidup tanpa pemimpin. Ibnu taimiya menyatakan bahwa keberadaan kepala negara dibutuhkan untuk umat islam tidak hanya sekedar menjamin jiwa dan harta masyarakatnya, tetapi juga untuk menjamin berjalannya hukum-hukum tuhan. Sebagai konsekuensi dari kekuasaan kepala negara yang saklar, ibnu tamiya berpendapat bahwa kepala negara tidak dapat diturunkan dari jabatannya. Karena kekuasaan bersifat mutlak, tidak dapat digangu gugat oleh siapa pun. Bahkan ibnu tamiyah mengharamkan umat islam untuk melakukan pemberontakan terhadap kepala negara meskipun kafir, selama ia masih menjalankan keadilan dan tidak menyuruh berbuat maksiat pada Allah SWT. Bahwasannya sumber kekuasaan kepala negara adalah berdasarkan perjanjian antara agama dan rakyatnya atau adanya kontrak sosial.
Ciri didalam pemikiran politik golongan sunni ini adalah penekanan mereka erhadap suku quraisy sebagai kepala negara walaupun ibnu abi rabi’ tidak menyingungnya secara tegas, dan muhammad iqbal memasukan pemikiran yang hidup dimasa modern yang masih menekankan suku quraisy di dalam pemikiran politiknya.


PEMIKIRAN POLITIK SYI’AH
            Mengenai delahiran kelompok ini banyak sekali aneragamnya, sebagaiman dijelaskan oleh iqbal yang menyatakan bahwasannya syi’ah lahir sebagai reaksi atas mayoritas kelompok sunni yang sejak wafatnya Nabi muhammad Swa telah mendominasikan dalam peraturan politik islam. Selanjutnya munawir sjadzali menyatakan titik awal dari lahirnya syi’ah karena berawal dari ketidak setujuan atas kekhalifahan abu bakar. Syi’ah lahir langsung setelah wafatnya Nabi muhammad Swa yaitu pada saat perbuatan ;kekuasaan antara golongan muhajirin dan anshor di balai pertemuan sqifah bani sa’idah. Abu zugroh memperkuat atas pendapat dengan menyatakan bahawasannya syi’ah adalah mashab politik yag pertama kali lahir dalam islam mazhab mereka tampil pada akhir masa pemerintahan utsman, kemudian tampil pada akhir masa ali.
            Kaum syi’ah menetapkan bahwa  seorang imam :
  1. harus ma’saum ( terpelihara) salah, lupa, dan maksiat.

  2. seorang imam harus memiliki ilmu yang meliputi setiap sesuatu yang berhubungan dengan syariat.

  3. seseorang imam boleh membuat hal yang luar biasa dari adat kebiasaan.

  4. imam adalah pembelah agama dan pemelihara kemurnian dan kelestarian agar terhindar dari penyelewengan.

Nabi hanya menetapkan siat-sifat yang mustinya dimiliki seseorang imam yang akan menggantikan beliau. Kaum syi’ah sebagaimana dijelaskan oleh suyuti merupakan tidak bisa lepas dari pendapat khawalij yang mengakukan, ali sejak peristiwa tahkim (arbitrase). Yaitu mengankat dan memutuskan pada tingkat ma’saum, dan mendoktrin bahwa ia telah ditetapkan melalui wasyiat nabi sebagai imam untuk pengganti nabi.


PEMIKIRAN POLITIK KHAWARIJ.
            Khawarij adalah kelompok sempalan yang memisakan diri dari barisan ali setelah arbitase atau tahkim untuk menerima yang mengakhiri perseruan dan kontak senjata antara ali dan mu’wiyah di siffin. Pengikut khawarij terdiri dari suku arab badu’I yang masih sederhana secara berpikirnya, sikap keagamaan mereka sangat ektrim dan sulit menrima perbeaan pendapat dan di teragkan oleh ABU Zahroh bahwasannya para pengikut kelompok khawrj pada umumnya terdiri atas orang arab pegunungan yang ceroboh dan berpikiran dangkal,sikap ekstrim ini pula yang membuat kelompok ini terpeah-pecah menjadi beberapa kelompok.
  1. penangkatan khalifah akan sah hanya jika berdasaran pelimihan yang benar- benar bebas dan di lakukan oleh semua umat islam tanpa deskriminasi.

  2. Jabatan khalifah bukan hak khusus keluarga arab tertentu, untuk memegang jabatan kkhalifah.

  3. pengangkatan khalifah tidak diperlukan jika masyarakat dapat menyampaikan masalah-masalah mereka. Jadi pengfangkatan seorang imam menurut mereka bukanlah suatu kewajiban berdasarkan sya’ra tetapi hanya bersifat kebolehan.

Pengikut khawarij berpandangan pengangkatan khalifah dan pembentukan negara adalah masalah kemasalahatan manusia saja mereka mengangap kepala negara sebagai seseorang yang sempurna iqbal menjelaskan bahwasannya khawarij mengunakan mekanisme untuk mengontrol pelaksanan tugas-tugas pemerintahan.


PEMIKIRAN POLITIK MU’TAZILAH
            Penamaan kelompok mu’tazilah ini baru terjadi pada saat terjadinya perbedaan-perbedaan antara washil ibnu atah dengan gurunya hasan al-basri. Tentang penilaian orang yang berbuat dosa. Kelaompok mu’tazilah selanjutnya berkembang menjadi sebuah aliran teologi nasional, akan tetapi sesuai dengan situasi dan perkembangan, pemikiran mu’tazilah berpandangan bahwa pembentukan lembaga khalifah bukanlah kewajibaan berdasarkan syar’i karena nash tidak tegas mempermasalahkan untuk membentuk negara, menambah dalam karangannya melainkan atas dasar pertimbangan rasio dan tuntutan mu’amalah manusia. Karena kepala negara ditentukan berdasarkan pemilihan umat islam sendiri.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pemikiran politik Sunni, Syi'ah, Khawarij, dan mu'tazilah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalahpendidikanSejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2011/05/pemikiran-politik-sunni-syi-khawarij.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 14 Mei 2011, pukul 17.36. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

HUBUNGAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL



A.    Pandangan Ajaran Islam tentang Ilmu Sosial
Sejak Kelahiran Islam, Sejak dahulu telah tampil sebagai Agama yang tampil member perhatian pada keseimbangan hidup antara hubungan manusia dengan tuhan, dan antara hubungan manusia dengan manusia , antara usrusan ibadah dengan urusan mu’amalah.
Keterkaitan Agama dengan masalah kemanusiaan menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan situasi kemanusiaan di zaman modern ini.
Dibalik kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi , dunia modern sesungguhnya menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia. Ummat manusia telah berhasil mengorganisasikan ekonomi, menata struktur politik, serta membangun peradaban yang maju untuk dirinyasendiri, tapi pada saat yang sama kita juga malihat bahwa umat manusia telah menjadi tawanan dari hasil ciptaannya sendiri.


B.     Ilmu Sosial yang Bernuansa Islam
Dewasa ini ilmu social tengah mengalami kemandekan dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya.. Menurut Kuntowijoyo kita butuh ilmu social profetik, yaitu ilmu social yang tidak hanya menjelaskan dan tidak mengubah fenomena social, tetapi member petunjuk kemana arah transformasi itu dilakukan, untuk apa dan oleh siapa?
Sebagaimana dalam surat Ali Imran ayat 110:
110.  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.


Nilai – nilai kemanusiaan dapat yang dapat digali dari ayat tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
Pertama , bahwa tujuan humanisasi adalah memanusiakan manusia dari proses dehumanisasi. Industrialisasi yang kini terjadi terkadang menjadikan manusia sebagai bagian manusia yang abstraktanpa wilayah kamanusiaan.
Kedua Liberasi tujuannya adalah pembebasan manusia dari kungkungan tekhnologi dan pemerasan kehidupan, menyatu dengan orang miskin yang tergusur oleh kekuatan ekonomi raksasa dan berusaha membebaskan manusia dari belenggu yang kita buat sendiri.


C.     Peran Ilmu Sosial Profetik pada Era Globalisasi
Dengan Ilmu Sosial profetik kita bangun dari ajaran dari ajaran Islam, kita tidak perlu takut atau khawatir terhadap dominasi sains barat dan arus globalisasi yang terjadi saat ini. Islam selalu membuka diri terhadap seluruh warisan peradaban .
Sejak beberapa abad yang lalu islam mewarisi tradisi sejarah dari seluruh warisan peradaban manusia. Kita tidak membangun dari ruang yang hampa: seperti dalam kandungan surat Al Maidah ayat 3
“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu Nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu agama bagimu.
Islam mengembangkan matematika dari India, ilmu Kedokteran dari cina, system pertahanan sasanid, logika Yunani, dan sebagainya…
Al-Qur’an diturunkan  bukan dalam ruang hampa, melainkan dalam setting social actual. Sejak 15 Abad yang lalu Islam telah tampil sebagai agama terbuka, serta berdampingan dengan agama, kebudayaan dan peradaban lainnya., tetapi dalam waktu yang bersamaan islam juga member kritik , perbaikan bahkan penolakan dengan cara – cara yang amat simpatik dan tidak menimbulkan gejolak social yang membawa korban yang tidak diharapkan.
Baca Selengkapnya..
Artikel "HUBUNGAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalah. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2011/03/hubungan-agama-dengan-ilmu-pengetahuan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 18 Maret 2011, pukul 21.59. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

MANUSIA MAKHLUK PALING MULIA DAN BERDERAJAT PALING TINGGI



Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling Indah dan paling tinggi derajatnya. Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi. Hakekat keindahan adalah rasa senang dan bahagia, yakni bahwa tidak ada sesuatupun ciptaan Tuhan yang menyamai keberadaan manusia yang mampu mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan dimanapun dan pada saat apapun, baik bagi dirinya maupun makhluk lain.
Diri manusia memang indah dilihat dari segi manapun, karena seburuk – buruknya manusia jauh lebih baik daripada seekor binatang yang paling cantik sekalipun. Indah disini dimaksudkan dari segi maknannya. Demikianlah kiranya seluruh piranti dan kelengkapan yang ada pada diri manusia.
Predikat paling tinggi mengisyaratkan bahwa tidak ada makhluk lain yang dapat mengatasi dan mengalahkan manusia, justru manusialah yang diberi kemungkinan untuk menguasai makhluk lainnya. Ajaran agama menyebutkan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin dibumi, Nabi Adam adalah manusia pertama telah diberi bekal untuk mengenal dan menguasai dunia, dan segera setelah dirturunkan kebumi ia (dan istrinya – Hawa) mewujudkan kemampuan menguasai dunianya dengan kodrat kemanusiannnya, selanjutnya mereka beranak pinak, menurunkan anak keturunan dari generasi ke generasi sampai sekarang dan yang akan datang.
Dari kajian antropologi kita mengetahui bahwa kelompok – kelompok manusia yang paling primitifpun telah berusaha dan mampu mengatasi dan menguasai lingkungannya. Bahkan mereka memanfaatkan lingkungan yang sebesar – besarnya, sesuai dengan tingkat kemampuan mereka , untuk mengembangkan kebudayaan mereka. Manusia yang paling primitive itupun adalah manusia yang berbudaya.
Hakikat manusia sebagai makhluk paling indah dan paling tinggi derajatnya mendorong manusia untuk terus maju dan berkembang tanpa henti , dari zaman ke zaman. Menurut sejarah, kemajuan perkembangan manusia itu ternyata tidak selalu mulus dan setiap saat membawa kesenangan dan kebahagiaan. Perang dan persengketaan antar kelompok manusia bahkan sering terjadi yang membawa malapetaka dan kesengsaraan bagi kelompok – kelompok manusia yang bersangkutan., hal ini terjadi karena keluasan dan keluwesan fungsi – fungsi mental fisik kelompok manusia yang bersangkutan dipacu sedemikian rupa sehingga melewati batas dan memangkas akar akar keindahan sebagai jati diri yang hakiki kemanusiaan. Kedua kelompok menderita. Lebih jauh upaya – upaya melampaui batas sering kali dilakukan dengan cara – cara yang keji dan diluar batas perikemanusiaan.
Keberadaan Manusia dengan predikat paling indah dan derajat paling tinggi itu tidak selamanya membawa manusia menjalani kehidupannya dengan kesenangan dan kebahagiaan, karena itu kesenangan dan kebahagiaan  atau malapetaka – kesengsaraan berada ditangan manusia itu sendiri, manusia itulah yang menentukan nasibnya sendiri…



Disadur dari : Prayitno, H Prof. 2004. DASAR DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING. Jakarta. Rineka Cipta.
Baca Selengkapnya..
Artikel "MANUSIA MAKHLUK PALING MULIA DAN BERDERAJAT PALING TINGGI" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori InfomakalahTugas. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/manusia-makhluk-paling-mulia-dan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Rabu, 15 Desember 2010, pukul 23.57. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Makalah Ilmu Administrasi



A.    Pengertian Administrasi
Administrasi didefenisikan oleh banyak para ahli, karena memang istilah administrasi mempunyai berbagai macam pengertian di Indonesia saja. The Liang Gie telah berhasil mengumpulkan lebih dari mepat puluh lima defenisi administrasi kemudian ia mengelompokkan kedalam tiga kategori defenisi administrasi, yakni :
a.       Administrasi dalam pengertian proses atau kegiatan
Menurut Sondang P. Siangan Administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dibentukan.
b.      Administrasi dalam pengertian tata usaha
Menurut munawardi Reksohadiprowiro “dalam arti sempi” administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapid an sistematis serta penentuan fakta-fakta serta tertulis dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbale balik antara satu fakta dengan fakta lainnya.
c.       Administrasi dalam pengertian pemerintah
Menurut Wijana, administrasi adalah “Rangkaian semua organ-organ Negara rendah dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan pelakanaan dan kepolisian
Pengertian administrasi juga di defenisika oleh para ahli dan negeri diantaranya :
1.      Leonard D. White (1958) Administrasi adalah suatu proses yang umum dalam semua usaha-usaha suatu kelompok baik dalam usaha umum atau pribadi.
2.      Wiliaw H. Newman (1963) Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok individu kearah pencapaian tujuan bersama.


B.     Unsur-Unsur Administrasi
Kegiatan yang bersifat kerja sama mencakup bidang yang sangat luas dimana saja kerja sama selalu melekat pada kegiatan manusia menurut The Liang Gie yang disebut administrasi adalah ; “Segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari defenisi The Liang Gie tersebut kita mendapat tiga unsur administrasi yang terdiri dari :
  1. Kegiatan melibatkan dua orang atau lebih

  2. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama

  3. Ada tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Tiga unsur tersebut berkaitan erat satu sama lain dan terpadu. Jika salah satunya tidak ada maka kegiatan tersebut tidak dapat disebut sebagai administrasi.
C.    Hubungan Antar Makna dan Defenisi Administrasi
Sekalipun dengan susunan kata-kata yang berlainan namun semua defenisi tersebut diatas mempunyai inti yang sama yaitu memandang administrasi sebagai suatu jenis kegiatan, aktivitas pekerjaan perbuatan, tindakan ataupun usaha. Tetapi kegiatan yang dilakukan tidak hanya satu macam melainkan merupakan suatu rangkaian kegiatan.
Jadi, sesungguhnya administrasi dapat dipandang sebagai suatu rangkaian, tetapi juga dapat dipandang sebagai proses pemikiran. Begitu luasnya bidang yang dicakup oleh istilah administrasi, sehingga Robert prestus sampai-sampai mengungkapkan bahwa-bahwa cakupan ilmu-ilmu sosial lainnya karena kerja sama dalam setiap aspek kehidupan. 


D.    Cabang-Cabang Ilmu Administrasi
Secara umum ilmu administrasi dibagi dalam dua cabang besar yakni : adminitrasi Negara dan administrasi niaga perbedaan antara dua cabang ilmu ini terletak pada fokus pembahasan atau objek studi.
The Liang Gie menyebutkan delapan cabang ke ilmuan berasal dari rumpun ilmu administrasi cabang-cabang yang dimaksud adalah :
1.      Ilmu Organisasi
2.      Ilmu Manajemen
3.      Ilmu Tata Hubungan
4.      Ilmu Administrasi Kepegawaian
5.      Ilmu Administrasi Keuangan
6.      Ilmu Administrasi Perbekalan
7.      Ilmu Administrasi Perkantoran
8.      Ilmu Hubungan Masyarakat


E.     Perkembangan Administrasi
Teguhnya kedudukan administrasi Negara dalam kehidupan masyarakat modern tak bias dilepaskan dari faktor kesejarahan apa yang dicapai administrasi sekarang merupakan hasil dari rangkaian perjalan yang panjang administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan kemakmuran dan melayani kepentingan umum.
Pentingnya administrasi dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan menjadi tak bermakna kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat public seiring perkembangan administrasi dipandang sebagai motor penggerak pembangunan serta bisa membantu memberikan keterampilan dalam bidang prosedur, teknik dan mekanik serta administrasi memberikan bakal ilmiah dalam melakukan evaluasi terhadap segala kegiatan.
Administrasi sebagai salah satu bagian dari Ilmu pengetahuan yang membahas masalah masalah sosial berada pada sebuah sistem terbuka yang mempelajari proses kerja sama. Sebagai Ilmu Administrasi merupakan sebuah system terbuka yang berkembang melalui tahap tahap yang pada setiap tahapnya mencitakan pengetahuan baru yang berangkat dari permasalahan yang dihadapi.
Ilmu Administrasi bukan hanya masalah ketatausahaan pada suatu organisasi saja, tetapi juga mencakup pengaturan tatanan kehidupan modern serta mentalitas bangsa. Administrasi mempunyai peranan dalam pengembangan dan perumusan kebijakan organisasi dengan mengedepankan objektifitas, moral bangsa, sebagai satu satunya jalan untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi manusia.
Tata usaha sudah dilaksanakan pada sama kuno sewaktu orang yang bisa nulis huruf sampai dewasa ini. Tata usaha yang sering disebut juga pekerjaan tulis pekerjaan kantor, atau pekerjaan kertas telah berkembang sangat luas dalam beberapa puluh tahun terakhir ini.
Tata usaha yang demikian meluas itu sebabkan oleh berbagai faktor dalam dunia modern ini seperti misalnya pertambahan penduduk . Perluasan pendidikan kemajuan teknologi. Perkembangan badan-badan usaha yang bercorak ketata usahaan (umpamanya perusahaan bank, iklan dan penerbitan), dan karena ketentuan ketentuan dari pemerintah yang masyarakat bukti-bukti tertulis umpamanya  surat keterangan, kartu penduduk, dan salinan macam-macam dokumen. Maupun karena meluasnya pelaksanaan aktivitas-aktivitas administrasi lainnya seperti misalnya dalam hal pembuatan bagan organisasi, penyusunan rencana, penyampaian instruksi, pengangkatan pegawai, pertanggung jawaban keuangan, penginventarisan barang perbekalan dan penyebaran sirkuler perkenalan.
Pengajaran perkantoran di Amerika Serikat perkembangan ilmu administrasi perkontaran memperoleh kelanjutannya dalam dunia pendidikan dan pengajaran.


F.     Peranan Administrasi
Administrasi amat erat hubungan dengan kegiatan-kegiatan pemberian jasa dan barang yang bersifat publik dalam hal pelaksanaan dan pemberian pelaksanaan kepada umum sedapat mungkin kedua fungsi dasar ini dilaksanakan oleh administrasi Negara secara efektif, efesien dan selaras sesuai dengan keinginan serta kebutuhan rakyat.
Peranan Administrasi diantaranya :
1.      Untuk mengembangkan lingkungan yang mampu mendorong munculnya insiatik perseorangan dan berlakunya control sosial dan kontruktif.
2.       Meningkatkan kemampuan dalam membuat deferminasi kebijakan public yang lebih berdaya guna agar kegiatan pemerintahan dapat diselenggarakan produktif, praktis serta selalu memperimbangkan ukuran ekonomis. 
DAFTAR PUSTAKA


Poerwanto. 2006. New Business Administration. Pustaka Pelajar Yogyakarta.


Mufiz, ali. 2009. 2004. Pengantar Ilmu Administrasi Negara Edisi I. Universitas Terbuka. Jakarta
Baca Selengkapnya..
Artikel "Makalah Ilmu Administrasi" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalah. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/makalah-ilmu-administrasi.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 13.04. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Sekolah sebagai pusat kebudayaan - Makalah



SEKOLAH SEBAGAI PUSAT KEBUDAYAAN
Mempelajari dan memperhatikan sekolah sebagai pusat kebudayaan diharapkan akan memperoleh manfaat ganda.
 Pertama, sebagai guru/dosen dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah dimana ia bekerja dan memperoleh nafkah serta mendarmabaktikan dirinya pada kehidupan.
Kedua, sebagai guru/dosen dapat membantu peserta didik agar dapat menghayati bahwa pendidikan dan keterampilan yang mereka terima dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan sekolah pada tempat mereka bekerja nanti, dapat juga merupakan pusat kebudayaan yang bermanfaat bagi lingkungan sosialnya dan lingkungan kemanusiaan.
Makna pendidikan dan kebudayaan
Secara historis – religious dikatakan bahwa pendidikan terjadi lebih dulu dari pada kebudayaan.. hal ini dapat dijelaskan bahwa tatkala . Nabi adam diturunkan kebumi , telah dipesan oleh Tuhan yang maha kuasa  Agar tidak memakan Buah Kuldi demi…. Dan seterusnya.
Dari peristiwa ini tampak telah terjadi adanya pendidikan Tuhan kepada nabi Adam, sebelum anak cucu nabi adam menghasilkan kebudayaan, dan selanjutnya menghasilkan pendidikan sebagai subkebudayaan.
Dari sisi lain kemudian disebutkan bahwa pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan . keduanya merupakan gejala dan factor pelengkap yang penting dalam kehidupan manusia. Sebab manusia selain sebagai makhluk alam , juga berfungsi sebagai makhluk kebudayaan atau makhluk berfikir ( human rationale).
Sebagaimana telah dijelaskan , bahwa kata budaya berawal dari Budi dan daya atau dayanya budi sebagai cipta , rasa , dan karsa yang menghasilkan karya, antara lain adalah pendidikan.
Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat , didalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan.  Pendidikan telah ada sepanjang peradaban manusia. Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha manusia melestarikan hidupnya. Tiada kehidupan masyarakat tanpa adanya kegiatan pendidikan.
Meskipun pendidikan merupakan gejala umum dalam setiap kehidupan masyarakat , namun terlihat adanya perbedaan praktek kegiatan pendidikan dalam masyarakat  masing – masing, yang disebabkan oleh adanya falsafah/pandangan hidupnya ( termasuk falsafah / pandangan hidup/kepercayaan  individu).
Pendidikan di Indonesia pada zaman penjajahan colonial belanda  juga menampakkan  perbedaannya antara praktek pendidikan oleh pemerintah hindia belanda  dengan praktek pendidikan Indonesia . pendidikan hindia belanda menciptakan strata- strata masyarakat agar dapat menjadi ajang politik “ adu domba dan pecah belah.” Sedangkan praktek pendidikan di Indonesia seperti Taman Siswa berdasarkan asas kebangsaan dan praktek pendidikan pondok pesantren  berdasarkan agama Islam dan sebagainya.
Kini praktek pendidikan zaman Indonesia merdeka kyang berdasarkan falsafah dan asas pancasila, harus dilaksanakan dalam lingkungan keluarga , sekolah dan ,masyarakat . setiap pendidik wajib mewujudkan falsafah pancasila dalam segala kegiatan pendidikan, menuju terwujudnya masyarakat  yang  sejahtera berdasarkan pancasila.
”pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung  seumur hidup.
Dalam mengembangkan kebudayaan bangsab perlu ditumbuhkan kemampuan masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai budaya daerah yang luhur dan beradab serta menyerap nilai budaya  asing yang positif untuk memperkaya budaya bangsa.
Dalam pembangunan budaya nasional perlu diciptakan  suasana yang mendorong tumbuh dan berkembangnya sikap kerja keras , disiplin , sikap menghargai prestasi, berani bersaing, serta mampu menyesuaikan diri dan kreatif. Juga perlu terus ditumbuhkan budaya menghormati dan menghargai orang yang lebih tua , budaya belajar, ingin maju, dan budaya ilmu pengetahuan  dan tekhnologi.
Ditinjau dari hubungan sekolah dengan masyarakat, disampingsekolah merupakan partner masayarakat, sekolah juga produsen yang melayani pesanan pendidikan dari masyarakat sekelilingnya. Sebagai produsen kebutuhan pendidikan masyarakat , sekolah dan masyarakat memiliki ikatan hubungan rasional diantara kedunya yaitu :
Adanya kesesuaian antara fungsi pendidikan  yang diperankan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat (orang tua, pemerintah, lembaga – lembaga social , dan sebagainya).
Agar sekolah /perguruan tinggi dapat menunaikan fungsinya dengan baik , perlu adanya hubungan serasi dan terpadu dengan masyarakat khususnya publiknya, misalnya dalam hal dana, fasilitas, dan jaminan – jaminan objektif lainnya. Seperti keamanan kerja demi meningkatkan kegairahan kerja dan etos kerja.
Telah diketahui bersama bahwa keluarga , skolah , masyarakat merupakan suatu lembaga social yang telah dipolakan secara sistematis, memiliki tujuan yang jelas , kegiatan – kegiatan yang terjadwal , tenaga – tenaga pengelola yang khusus , didukung oleh fasilitas yang terprogram, sehingga tepatlah dijadikan sebagai pusat kebudayaan. Untuk mendukung fungsi tersebut ,  sekolah memiliki cirri – cirri khusus , antara lain:
-          Dapat meningkatkan mutu
-          Dapat menciptakan masyarakat belajar
-          Dapat menjadikan teladan bagi masyarakat sekitarnya.
-          Dapat menjadi pengembang masyarakat sekitarnya.
-          Dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Sekolah sebagai pusat kebudayaan - Makalah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalahpendidikan. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/sekolah-sebagai-pusat-kebudayaan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 12.52. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Rukun dan Syarat Perkawinan / pernikahan



Dalam buku hukum islam Indonesia karangan Drs. Ahmad Rofiq, M.A yang sidurnya dalam buku Hukum Perkawinan Islam karangan Khilil Rahman sebutkan syarat-syarat perkawinan  mengikuti rukun-rukunya, diantaranya :
1.    Calon Suami, syarat-syaratnya :
a.    Beragama islam
b.    Laki-laki
c.    Jelas orangnya
d.   Dapat memberikan persetujuan
e.    Tidak terdapat halangan perkawinan
2.    Calin Istri, syarat-syaratnya :
a.     Beragama islam
b.    Perempuan
c.     Jelasn orangnya
d.    Dapat dimintai persetujuannya
e.     Tidak terdapat halangan perkawinan
3.    Wali Nikah, syarat-syaratnya :
a.     Laki-laki
b.    Dewasa
c.     Mempunyai hak perwalian
d.    Tidak terdapat halangan perwaliannya
4.    Saksi Nikah, syarat-syaratnya :
a.     Minimal dua orang laki-laki
b.    Hadir dalam ijab qabul
c.     Dapat mengerti maksud
d.    Islam
e.     Dewasa
5.    Ijab dan Qabul, syarat-syaratnya :
a.     Adanya pernyataan mengawinkan dari wali
b.    Adanya pernyataan penerimaan dari calon mempelai pria
c.     Memakai kata-kata nikah, tarwij atau terjemahannya
d.    Antara ijab dan qabul bersambungan
e.     Antara ijab dan qabul jelas maksudnya
f.     Orang yang berkait dengan ijab qabul tidak sedang dalam ihram, haji/ umrah
g.    Majelid ijab dan qabul itu harus dihadiri minimum empat orag yaitu : calon mempelai pria atau wakilnya, wali dari mempelai pria atau wakilnya, dan dua orang saksi.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Rukun dan Syarat Perkawinan / pernikahan" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahmakalah. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/11/rukun-dan-syarat-perkawinan-pernikahan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Minggu, 28 November 2010, pukul 19.44. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Pengembangan media dan sumber belajar



Pentingnya Mengembangkan Media Pembelajaran
Dahulu, ketika teknologi khususnya teknologi informasi belum berkembang seperti sekarang ini; ketika ilmu penge­rahuan belum sepesat ini proses pembelajaran biasanya berlangsung pada tempat dan waktu tertentu. Proses pem­belajaran adalah proses komunikasi antara guru clan siswa melalui bahasa verbal sebagai media utama penyampaian materi pelajaran. Proses pembelajaran sangat tergantung pada guru sebagai sumber belajar. Dalam kondisi semacam ini, akan ada proses pembelajaran manakala ada guru; tanpa kehadiran guru di dalam kelas sebagai sumber tidak mungkin ada proses pembelajaran.
Dewasa ini, ketika ilmu pengetahuan dan berkembang sangat pesat, proses pembelajaran tidak lagi di monopoli oleh adanya kehadiran guru di dalam kelas dapat belajar di mana dan kapan saja. Siswa bisa apa saja sesuai dengan minas dan gaya belajar. Seorang desainer pembelajaran dituntut untuk dapat merancang  pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis dan sumber belajar yang sesuai agar proses pembela berlangsung secara efektif dan efisien.
Mengajar dapat dipandang sebagai usaha yang di lakukan guru agar siswa belajar. Sedangkan, yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Pengalaman itu dapat berpengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh  ­melalui aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Contohnya, agar siswa belajar bagaimana cara mengoperasikan komputer, maka guru menyediakan komputer  untuk digunakan oleh siswa; agar siswa memiliki ketera­p dan mengendarai kendaraan, maka secara langsung guru membimbing siswa menggunakan kendaraan yang sebenar­nya; demikian juga memberikan pengalaman bermain gitar, mengetik, dan lain menjahit dan lain sebagainya, atau mungkin juga pengalaman langsung, untuk mempelajari oblek atau baba- yang dipelajari, contohnya pengalaman langsung meliha: dan mempelajari Candi Borobudur, pengalaman langsung melihat kerbau di sawah, pengalaman langsung melihat ba­gaimana kapal terbang mendarat di landasan. Atau, peng­alaman langsung mempelajari benda-benda elektronik dan lain sebagainya.
Pengalaman langsung semacam itu tentu saja merupa­kan proses belajar yang sangat bermanfaat, sebab dengan mengalami secara langsung kemungkinan kesalahan persepsi akan dapat dihindari.
Namun demikian, pada kenyataannya tidak semua bahan pelajaran dapat disajikan secara langsung. Untuk mempelajari bagaimana kehidupan makhluk hidup di dasar laut, tidak mungkin guru membimbing siswa langsung menyelam ke dasar lautan, atau membelah dada manusia ha­nya untuk mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, seperti cara kerja jantung ketika memompakan darah. Un­tuk memberikan pengalaman belajar semacam itu, guru memerlukan alat bantu seperti film atau foto-foto dan lain sebagainya. Demikian juga untuk memiliki keterampilan membedah atau melakukan operasi pada manusia, pertama kali tidak perlu melakukan pembedahan langsung, akan dapat menggunakan bench semacam boneka yang tetapi mirip dengan manusia. Atau untuk memperoleh keteram­pilan mengemudikan pesawat ruang angkasa, dalam proses pembelajarannya dapat melakukan simulasi terlebih dahulu dengan pesawat yang mirip dan memiliki karakteristik yang sama. Alat yang dapat membantu proses belajar ini yang dimaksud dengan media atau alat peraga pembelajaran.
Untuk memahami peranan media dalam proses menda­patkan pengalaman belajar bagi siswa, Edgar Dale melukis­kannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan kerucut pengalaman (cone of experience).
Kerucut pengalaman Edgar Dale pada saat ini dianut secara lugs untuk menentukan alat bantu atau media apa yang sesuai agar siswa memperoleh pengalaman belajar se­cara mudah.
Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau yang mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati

dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses men
dengarkan melalui bahasa. Semakin konkret siswa mem­pelajari bahan penaalaran contohnya melalui pengalaman langsung, maka semakin banyaklah pengalaman yang diper­oleh siswa. Sebaliknya, semakin abstrak siswa memperoleh pengalaman contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal. maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa.
Selanjutnya, uraian setup pengalaman belajar seperti yang digambarkan dalam kerucut pengalaman tersebut akan dijelaskan di bawah ini.
1.    Pengalaman langsung merupakan pengalaman yang diperoleh siswa sebagai hasil dari aktivitas sendiri. Siswa mengalami, merasakan sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. Siswa berhubungan langsung dengan objek yang hendak di­pelajari tanpa menggunakan perantara. Karena peng­alaman langsung inilah, maka ada kecenderungan hasi­yang diperoleh siswa menjadi konkret sehingga akan memiliki ketepatan yang tinggi.
2.    Pengalaman tiruan adalah pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiru­an sudah bukan pengalaman langsung lagi sebab objek yang dipelajari bukan yang ash atau yang sesungguhnya melainkan benda tiruan yang menyerupai benda aslinya. Mempelajari objek tiruan sangat besar manfaatnya ter­utama untuk menghindari terjadinya verbalisms. Mi­salkan siswa akan mernpelaJari kanguru. Oleh karena binatang tersebut sulit diperoleh apalagi dibawa ke dalam kelas, maka untuk mempelajarinya dapat meng­gunakan model binatang dengan wujud yang sama na­mun terbuat dari plastik.
3.    Pengalaman melalui drama, yaitu pengalaman yang diperoleh dari kondisi dan situasi yang diciptakan me­lalui drama (peragaan) dengan menggunakan skenario yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Walau­pun siswa tidak mengalami secara langsung terhadap kejadian, namun melalui drama, siswa akan lebih meng­hayati berbagai peran yang disuguhkan. Tujuan belajar melalui drama ini agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih jelas dan konkret.
4.    Pengalaman melalui demonstrasi adalah teknik penyam­paian informasi melalui peragaan. Kalau dalam drama siswa terlibat secara langsung dalam masalah yang di­pelajari walaupun bukan dalam situasi nyata, maka pengalaman melalui demonstrasi siswa hanya melihat peragaan orang lain.
5.    Pengalaman wisata, yaitu pengalaman yang diperoleh melalui kunjungan siswa ke suatu objek yang ingin di­pelajari. Melalui wisata siswa dapat mengamati secara langsung, mencatat, dan bertanya tentang hal-hal yang dikunjungi. Selanjutnya, pengalaman yang diperoleh di­catat dan disusun dalam cerita/makalah secara sistema­tis. Isi catatan disesuaikan dengan tujuan kegiatan ini.
6.    Pengalaman melalui pameran. Pameran adalah usaha untuk menunjukkan hasil karya. Melalui pameran sis­wa dapat mengamati hal-hal yang ingin dipelajari, se­perti karya seni balk seni tulis, seni pahat, atau benda­benda bersejarah dan hasil teknologi modern dengan berbagai cara kerjanya. Pameran lebih abstrak sifatnya dibandingkan dengan wisata, sebab pengalaman yang diperoleh hanya terbatas pada kegiatan mengamati wujud benda itu sendiri. Namun demikian, untuk memperoleh wawasan, dapat dilakukan melalui wawancara dengan pemandu dan membaca leaflet atau bookklet yang disediakan penyelenggara.
7.    Pengalaman melalui televisi merupakan pengalaman tidak langsung, sebab televisi merupakan perantara. Melalui televisi siswa dapat menyaksikan berbagai ristiwa yang ditayangkan dari jarak jauh sesuai dengan program yang dirancang.
8.    Pengalaman melalui gambar hidup dan film. Gambar hidup atau film merupakan rangkaian gambar Yang diproyeksikan pada layar dengan kecepatan tertentu. Dengan mengamati film siswa dapat belajar sendiri walaupun bahan belajarnya terbatas sesuai dengan naskah yang disusun.
9.    Pengalaman melalui radio, tape recorder dan gambar. ­Pengalaman melalui media ini sifatnya lebih abstrak bandingkan pengalaman melalui gambar hidup sebab hanya mengandalkan salah satu indra saja, yaitu penglihatan, pendengaran atau indra penglihatan saja.
10.  Pengalaman melalui lambang-lambang visual, seperti grafik, gambar, dan bagan. Sebagai alat komunikasi lambang visual dapat memberikan pengetahuan lebih lugs kepada siswa. Siswa lebih dapat memahami berbagai perkembangan atau struktur melalui dan lambang visual lainnya.
11. Pengalaman melalui lambang verbal, merupakan pengalaman yang sifatnya lebih abstrak. Sebab, siswa mem­peroleh pengalaman hanya melalui bahasa balk lisan maupun tulisan. Kemungkinan terjadinya verbalisms sebagai akibat dari perolehan pengalaman melalui lam-bang verbal sangat besar. Oleh Sebab itu, sebaiknya penggunaan bahasa verbal harus disertai dengan peng­gunaan media lain.
Apabila kita perhatikan kerucut pengalaman yang di­kemukakan Edgar Dale, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan itu dapat diperoleh melalui pengalaman Ian-sung dan pengalaman tidak langsung. Semakin langsung objek yang dipelajari, maka semakin konkret pengetahuan diperoleh; semakin tidak langsung pengetahuan itu diper­oleh, maka semakin abstrak pengetahuan siswa.
Dari gambaran kerucut pengalaman tersebut, siswa akan lebih konkret memperoleh pengetahuan melalui peng­alaman langsung, melalui benda-benda tiruan, pengalaman melalui drama, demonstrasi wisata, dan melalui pameran. Hal ini memungkinkan karena siswa dapat secara langsung berhubungan dengan objek yang dipelajari; sedangkan siswa akan lebih abstrak memperoleh pengetahuan melalui benda atau alas perantara, seperti televisi, gambar hidup/film, radio atau tape recorder, lambang visual,  lambing verbal.
Memperhatikan kerangka pengetahuan ini, maka ke­dudukan komponen media pengajaran dalam sistem proses belajar mengajar mempunyai fungsi yang sangat penting. Sebab, tidak semua pengalaman belajar dapat diperoleh se­cara langsung. Dalam keadaan ini media dapat digunakan agar lebih memberikan pengetahuan yang konkret dan te­pat Berta mudah dipahami. Hal ini sejalan dengan pendapat Olsen bahwa prosedur belajar dapat ditempuh dalam tiga tahap, yaitu: (1) Pengajaran langsung melalui pengalaman       langsung. Pengajaran ini diperoleh dengan teknik karyawisata, wawancara, resource visitor. (2) Pengajaran tidak langsung, dapat melalui alat peraga. Pengalaman ini diperoleh melalui gambar, peta, bagan, objek, model, slide, film, TV, dramatisasi, dan lain-lain. (3) Pengajaran tidak langsung melalui kata, misalnya melalui kata-kata dan rumus-rumus.


B. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Heinich, Molenda, dan Russel (1990) diungkapkan bahwa media is a channel of communication. Derived from the Latin word for "between", the term refers "to anything that carries information between a source and a receiver.
Lesle J. Briggs (1979), menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai "the physical means of conveying instructional content book, films, videotapes,  etc”. Lebih jauh Briggs menyatakan media adalah "alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi pro ses belajar.
Rossi dan Breidle (1966), mengemukakan bahwa medic pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat di­pakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku. koran, majalah, dan sebagainya. Menurut Rossi, alat-alat, semacam radio dan televisi kalau digunakan dan diprogran­untuk pendidikan, maka merupakan media pembelajaran.
Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atat: bahan saja, akan tetapi hal-hal lain yang memLiii-kinka:-. siswa dapat memperoleh pengetahuan. Gerlach dan El-, (1980: 244) menyatakan: “A medium, conceived is an,. person, material or event that establishs condition which'.- enable the learner to acquire knowledge, skill and attitude”. Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang. bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan,  dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya alas perantara seperti tv, radio, slide, bahan cetakan, akan tetapi,meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa atau untuk menambah keterampilan.
Selain pengertian di atas, ada juga yang berpendapat  bahwa media pengajaran meliputi perangkat kerns (hard­ware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alas-alit yang dapat mengantar pesan seperti Over Head Prol'ector,  radio,  televisi, dan sebagainya. Sedangkan soft­ware adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, cerita yang terkandung da­lam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram, dan lain sebagainya.


C. Proses Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi
Proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi, di mana guru berperan sebagai pengantar pesan  dan siswa sebagai penerima pesan. Pesan yang dikirimkan oleh guru berupa isi/materi pelajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi balk verbal (kata-kata & tulisan) maupun nonverbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. Pembelajaran sebagai suatu proses ko­munikasi.
Namun demikian, bisa terjadi proses komunikasi me­ngalami hambatan, artinya tidak selamanya pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan mudah diterima oleh penerima pesan. Bahkan adakalanya pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Inilah yang dimaksud dengan kesalahan dalam komunikasi. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kesalahan komunikasi. Pertama, faktor lemahnya kemampuan pengirim I pesan dalam mengomunikasikan informasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak jelas diterima, atau mungkin salah menyampaikannya. Kedua, faktor lemahnya kemampuan penerima pesan dalam menerima pesan yang disampalkan, sehingga ada kesalahan dalam mengmterpretasi pesan yang disampaikan. Oleh sebab itu, dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan. Inilah hakikat dari media pembelaj'aran. Oleh sebab itu, bagan komunikasi ditambah dengan unsur media.
Dalam konteks komunikasi seperti di atas, fungsi media adalah sebagai alas bantu untuk guru dalam mengomunikasikan pesan, agar proses komunikasi berjalan dengar  dan sempurna sehingga tidak mungkin lagi ada kesa- lahan.


D. Fungsi dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
Perolehan pengetahuan siswa seperti digambarkan Edgar Dale menunjukkan bahwa pengetahuan akan semakin abstrak apabila hanya disampaikan melalui bahasa verbal. Hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme, artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan me­ngerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Hal semacam ini dapat menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Oleh sebab itu, sebaiknya diusahakan agar pengalaman sis­wa menjadi lebih konkret, pesan yang ingin disampaikan benar-benar dapat mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, dilakukan melalui kegiatan yang dapat mendekatkan siswa dengan kondisi yang sebenarnya.
Hal lain, penyampaian informasi yang hanya melalui bahasa verbal selain dapat menimbulkan verbalisme dan ke­salahan persepsi, juga gairah siswa untuk menangkap pesan akan semakin kurang, karena siswa kurang diajak berpikir dan menghayati pesan yang disampaikan. Paclahal untuk memahami sesuatu perlu keterlibatan siswa baik fisik maupun psikis.
Pada kenyataannya memberikan pengalaman langsung kepada siswa bukan sesuatu yang mudah bukan hanya me­nyangkut segi perencanaan dan waktu saja yang dapat men­jadi kendala, akan tetapi memang ada sejumlah pengalaman yang sangat tidak mungkin dipelajari secara langsung oleh siswa. Katakanlah ketika guru ingin memberikan informa­si tentang kehidupan di dasar laut, maka tidak mungkin pengalaman tersebut diperoleh secara langsung oleh siswa. Oleh karena itu, peranan media pembelajaran sangat diperlukan dalam suatu kegiatan belajar rnengajar. Guru dapat menggunakan film televisi, atau gambar yang untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada siswa. Melalui media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa lebih menjadi konkret.
Memerhatikan penjelasan di atas, maka secara khusus media pembelajan memiliki fungsi dan berperan seperti yang dijelaskan berikut ini.
1.    Menangkap Suatu Objek atau Peristiwa-peristiwa Tertentu
Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat diabadikan dengan foto, film atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan clan dapat digunakan manakala diperlukan.
Guru dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana ma­taharl yang langka melalui hasil rekaman video. Atau ba­gaimana proses perkembangan ulat menjadi kupu-kupu; proses perkembangan bayi dalam rahim dari mulai sel telur dibuahi sampai menjadi embrio clan berkembang menjadi bayi. Demikian juga dalam pelajaran IPS, guru dapat men­jelaskan bagaimana terjadinya peristiwa proklamasi melalui tayangan film clan lain sebagainya.
2.    Memanipulasi Keadaan, Peristiwa, atau Objek Tertentu
Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verba­lisme. Misalkan untuk menyampaikan bahan pelajaran ten-tang sistem peredaran darah pada manusia, dapat disajikan melalui film.
Selain itu, media pembelajaran juga dapat membantu menampilkan objek yang terlalu besar yang tidak mungkin dapat ditampilkan di dalam kelas, arau menampilkan objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Benda atau objek yang terlalu besar misal­kan, alas-alas perang, berbagai binatang buns, bendy-bendy langit, clan lain sebagainya. Untuk menampilkan objek ter­sebut guru dapat memanfaatkan film slide, foto-foto, atau gambar. Benda-bendy yang terlalu kecil, misalkan, bakteri. jamur, virus dan lain sebagainya, dapat dipelajari dengan memanfaatkan mikroskop, atau micro projector.


Untuk memanipulasi keadaan, juga media pembelajaran dapat menampilkan suatu proses atau gerakan yang terlalu cepat yang sulit diikuti, seperti gerakan mobil, gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari atau gerakan yang sedan, berolahraga; atau seballknya dapat mempercepat gerakan-gerakan yang lambat, seperti gerakan pertumbuhan tanaman, perubahan warna suatu zat, dan lain sebagainya.
3.    Menambah Gairah dan Motivasi Belajar Siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembela­jaran dapat lebih meningkat. Sebagai contoh, sebelum men­jelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir, atau tentang, kotoran limbah industri, dan lain sebagainya.
4.    Media Pembelajaran Memiliki Nilai Praktis sebagai Berikut:
Pertanza, media dapat mengatasi keterbatasan peng­alaman yang dimiliki siswa. Kedua, media dapat u menatasi batas ruang kelas. Hal mengatas  terutama untuk menvajikan bahan belajar yang sulit di pahami secara langsung oleh peserta. Dalam kondisi ini me­dia dapat berfungsi untuk:
a.     Menampilkan objek yang terlau besar untuk dibawa ke dalam kelas.
b.    Memperbesar Berta memperjelas objek yang terlalu ke­cil yang sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti set-sel butir darah/molekul bakteri, dan sebagainya.
c.     Mempercepat gerakan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat. sehingg
d.    Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepat.
e.     Menyederhanakan suatu objek yang terlalu kompleks.








E. Klasifikasi dan Macam- Macam Media Pembelajaran.
            Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya.
1.   Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi kedalam:
a.   Media auditif, yaitu media yang hanya dapat di dengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.
b.   Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara.
c.   Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur   suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya.
2.   Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke dalam:
a.   Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan televisi
b.   Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu, seperti film slide, film, video, dan alain sebagainya.
3.   Dilihat dari cara atau tehnik pemakaiannya, media dapat dibagi kedalam:
a.   Media yang diproyeksikan, seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya.
b.   Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya.


F.   Karakteristik Beberapa Media Pembelajaran
1.   Media Grafis ( Visul Diam)
Media inin termaksud kategori media visual nonproyeksi yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima pesan ( dari guru kepada siswa ) secara sederhana media grafis dapat diartikan sebagai media yang mengandung pesan yang dituangkan dalm bentuk tulisan, huruf- huruf, gambar- gambar, dan simbol- simbol yang mengandung arti. Macam- macam media grafis adalah: gambar/ foto, diagram, bagan, poter, grafis, media cetak,buku.
a.   Gambar/ Foto
Gambar/ foto merupakan salah satu media grafis paling umum digunakan dalam Proses pembelajaran.
b.   Diagram
Diagram adalah gambar yang sederhana yang menggunakan garis- garis dan symbol- symbol untuk menunjukkan hubungan antara komponen atau mrenggambarkan suatu proses tertentu.
c.   Bagan
Bagan atau sering disebut dengan chart adalah media grafis yang didesain untuk menyajikan ringkasan visual secara jelas dari suatu proses yang penting.
d.   Poster
Poster adalah media yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi, saran atau ide tertentu, sehingga dapat merangsang keinginan yang melihatnya untuk melaksanakan isi pesan tersebut.
e.   Grafik ( Graph)
Grafik adalah media visual berupa garis atau gambar yang dapat memberikan infomasi mengenai keadaan atau perkembangan sesuatu berdasarkan data secara kuantitaf.
2.   Media Proyeksi
Media proyeksi adalah media yang dapat digunakan dengan bantuan proyektor. Berbeda dengan media grafis, media ini harus menggunakan alat elektronik untuk menampilkan informasi atau pesan.
3.   Media Audio
Media audio adalah media atau bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara yang dapat merangsang pikiran dan perasaan pendengar sehingga terjadi proses belajar.


4.   Media Komputer
Computer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respons yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, computer memiliki kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan.
            Dengan tampilan yang dapat mengombinasikan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, computer dapat dirancang dan digunakan sebagai media yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
            Perkembangan teknologi computer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan computer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan yang actual dalam berbagai bidang studi. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terelenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web di sekolah.
            Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran sesuai dengan bidang yang ditempu. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa.
a.       Penggunaan Multimedia Presentasi
Multimedia persentasi digunakan untuk menjelaskan materi- materi yang sifatnya teoretis, digunakan dalampembelajaran klasikal dengan kelompok besar. Kelebihan multimedia ini adalah dapat menggabungkan semua unsur media, seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomendasikan sesuai dengan modalitas belajar siswa.
b.   CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada berbagai jenjang pendidikan dan berbagai bidang studi. Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multimedia terdapat unsur- unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks, dan grafis. Beberapa model multimedia interaktif diantaranya:
§  Model Drill
§  Model Tutorial
§  Model Simulasi
§  Model Games


c.       Pemanfaatan Internet
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengondisikan siswa untuk belajar secara mandiri.” Through independent study, student become doers, as well as thinkers” ( Cobine, 1997 ). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa  sejarah, biografi, rekaman, laporan, data stastik, ( Gordin et al., 1995 ). Informasi yang diberikan server- computer itu dapat berasal dari commercial businesses (.Com ), government services (.Gov ), nonprofit organization (.Org ), educational institution (.edu ), atau artistic and cultural group (.arts ).
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:
a.       Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan kesemua daerah tanpa mengenal batas geografis
b.      Proses pembelajaran bias terjadi dimana saja karena tidak memerlukan ruang kelas.
c.       Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka hal biasa.
d.      Pembelajaran dapat memilih topic atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing- masing.
e.       Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing- masing pembelajar/ siswa.
f.       Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran
g.      Pembrlajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/ siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru ) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas- tugas yang dikerjakan siswa secara online.


G. Prinsip- Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
1.   Prinsip Pemilihan Media
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media, diantaranya :
  1. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Apakah tujuan tersebut bersifat kognitif, afektif, atau psikomotor.

  2. Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas.

  3. Pemilihan media harus disesuaikan dengan karasteristik siswa.

  4. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta gaya dan kemampuan guru.

  5. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.

2.   Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran.
Agar media pembelajaran benar - benar digunakan untuk membelajarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
  1. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

  2. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.

  3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, kondisi siswa.

  4. Media yang digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efesien.

  5. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.



H. Pemanfaatan Sumber Belajar
            Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar (output ) namun juga dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang siswa untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu dipelajarinya.
            AECT ( Association for Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
1.   Pesan ( Message)
Pesan merupakan sumberbelajar yang meliputi pesan formal, yaitu pesan yang dikeluarkan oleh lembaga resmi, seperti pemerintah atau pesan yang disampaikan guru dalam situasi pembelajaran.
2.   Orang (People )
Semua orang pada dasarnya dapat berperan dalam sumber belajar, namun secara umum dapat dibagi dua kelompok. Pertama, kelompok orang yang didesain khusus sebagai sumber belajar utama yang dididik secara professional untuk mengajar, seperti guru,konselor, instruktur, widyaiswara.
3.   Bahan ( Materials )
Bahan merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video,film, OHT (Over Head Transparency), program slide, alat peraga dan sebagainya ( biasanya disebut software ).
4.   Alat ( Device)
Alat yang dimaksud disini adalah benda- benda yang berbentuk fisik sering disebut juga dengan perangkat keras ( hardware).
5.   Teknik
Teknik yang dimaksud adalah cara ( prosedur) yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran.
6.   Latar ( Setting)
Latar atau lingkungan yang berada didalam sekolah maupun lingkungan yang berada diluar sekolah,baik yang sengaja dirancang maupun yang tidak secara khusus disiapkan untuk pembelajaran; termaksud didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium,tempat workshop, halaman sekolah, kebun sekolah, lapangan sekolah, dan sebagainya.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pengembangan media dan sumber belajar" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalah. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/08/pengembangan-media-dan-sumber-belajar.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 14 Agustus 2010, pukul 07.06. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger