100100 Voting: 999,879,658

Peranan Supervisi Pendidikan



supervisi berfungsi  membantu (assisting ) memberi suport (suporting ) dan mengajak  mengikutsertakan (sharing ) Kimball Wiles (1955 ),dilihat dari fungsinya,tampak dengan jelas  peranan supervisi itu yakni tampak pada dalam kinerja  supervisor  yang melaksanakan tugasnya .ada beberapa pendapat para ahli mengenai peranan supervisi.seorang supervisor dapat berperan sebagai :
1.      koordinator, ia dapat mengkoordinasi  program  belajar  mengajar ,tugas –tugas  anggota staf sebagai  kegaiatan yang berbeda-beda  diantara guru.contohnya  konkret mengkoordinasi  tugas belajar suatu mata pelajaran  oleh berbagai guru.
2.      sebagai konsultan ia dapat memberi bantuan, bersama   mengkonsultasikan masalah yang dialami  guru baik secara  individual maupun kelompok.misalnya kesulitan dalam mengatasi anak yang sulit belajar,yang menyebabkan guru sendiri sulit  mengatasi dalam tahap belajar.
3.      sebagai pemimpi kelompok ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalm mengembangkan potensi kelompok ,pada saat mengembangkan kurikulum,materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru-guru  secara bersama .sebagai pemimpin kelompok ia dapat mengembangkan keterampilan  dan kiat –kiat  dalam bekerja untuk kelompok ( working for the group ) bekerja dengan kelompok (working with the group ) dan bekerja melalui  kelompok (working through the group ).
4.      sebagai evaluator ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses belajar ,dapat menilai kurikulum  yang sedang di kembangkan .ia juga belajar menatap dirinya sendiri ia  di bantu dalam merefleksikan dirinya,  yaitu konsep dirinya (self concept ) ide / cita-cita dirinya ,(self idea ), realitas dirinya (self reality ).P.Wiggens 1965 misalnya, di akhir semester  ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri  dengan memperoleh umpan  balik dari setiap peserta didik  yang dapat dipakai  sebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkat kan diri.
yang harus di ubah ialah unjuk kerja para pembina pendidikan (supervisor ) yang memakai pola lama dan kebiasaan memberi pengarahan .dala iklim demokrasi ,harus ada reformasi unjuk  kerja  para pembina pendidikan seperti yang diungkap kan oleh Kimball Wiles (1955 ).ia menegaskan peranan  severvisor ialah menbantu  memberi support dan mengikut serta kan ,bukan mengarahkan terus –menerus .kalau mengarahkan terus-menerus maka  tidak demokratis ,juga tidak memberi kesempatan  untuk guru-guru  belajar berdiri sendiri (otonom ) dalam arti profesional .guru tidak diberi kesempatan untuk berdiri sendiri  atas tanggung  jawab nya sendiri .pada hal ciri-ciri dari guru profesional  ialah  guru yang memiliki otonomi dalam arti bebas mengembangkan diri sendiri atas kesadaranya sendiri.




                                    BAB .III.
1. KESIMPULAN.
supervisi berfungsi sebagai  membantu (assisting ) memberi suport (suporting ) dan mengajak ,mengikut sertakan .(Kimball Wiles 1955 ).peranan supervisi tampak  dalam  kinerja suporvisor  dalam melaksan kan tugas nya.
adapun peranan seorang supervisor yaitu :
1.      koordinator.
2.      kopnsultan.
3.      pemimpin kelompok.
4.      evaluator.
Kimball Wiles mengatakan bahwa peranan supervisor  adalah membantu  memberi support  dan mengkikut sertakan,bukan mengarah kan secara terus menerus.




2.  KRITIK DAN SARAN.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan,oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Peranan Supervisi Pendidikan" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/peranan-supervisi-pendidikan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 12.44. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Pengembangan Model Supervisi Pendidikan



PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI
Yang dimaksud dengan model dalam uraian ini adalah suatu pola, contoh: acuan dari supervisi yang diterapkan. Ada berbagai model yang berkembang diantaranya;
1.       Model Supervisi yang konvensional ( Tradisional )
Model ini tidak lain dari refleksi dari kondisi masyarakat pada suatu saat. Pada saat kekuasaan yang otoriter dan feudal, akan berpengaruh pada sikap pemimpin yang otokrat dan korektif, pemimpin cenderung untuk mencari – cari kesalahan. Perilaku supervisi ialah mengadakan inspeksi untuk mencari kesalahan dan menemukan kesalahan. Kadang – kadang bersifat memata – matai Perilaku seperti ini oleh Olivia P.F. ( 1984 : 7 ) disebut Snoopervision ( memata – matai ) .
Pekerjaan supervisor yang bermaksud hanya untuk mencari kesalahan adalah suatu permulaan yang tidak berhasil ( Briggs 1948 ) Mencari – cari kesalahan dalam membimbing sangat bertentangan dengan prinsip dan tujuan supervisi pendidikan. Akibatnya guru – guru merasa tidak puas, dan ada dua sikap yang tampak dalam kinerja guru :
-          Acuh tak acuh ( masa bodoh )
-          Menantang ( agresif )


2.       Model Supervisi yang bersifat ilmiah
Spervisi yang bersifat ilmiah memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
-          Dilaksanakan secara bersama dan kontinu.
-          Sistematis dan menggunakan prosedur serta tekhnik tertentu.
-          Menggunakan isntrumen pengumpulan data.
-          Ada data yang objektif yang diperoleh dari keadaan yang riil.


3.       Model supervisi klinis
3.1   Model pembatasan tentang supervisi klinis
Supervisi klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan mengajar dengan melalui siklus yang sistematik, dalam perencanaan, pengamatan serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata, serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional. ( R. Willem dalam Archeson dan Gall,1981 : 1 terjemahan SLL: Sul, 1985 )
Mengemukakan bahwa supervisi klinis adalah proses pembantu guru – guru memperkecil kesenjangan antara tingkah laku mengajar yang nyata dengan tingkah laku mengajar yang ideal.
Dari pendapat diatas dapat dsimpulkan bahwa : supervisi klinis adalah suatu proses pembimbingan dalam pendidikan yang bertujuan membantu pengembangan professional guru dalam pengenalan mengajar melalui observasi dan analisis data secara objektif.


3.2   Beberapa ciri supervisi klinis
a.       Bantuan yang diberikan bukan bersifat instruksi atau memerintah. Tetapi tercipta hubungan manusiawi, sehingga guru – guru memilikirasa aman.
b.      Apa yang akan disupervisi itu timbul dari harapan dan dorongan dari guru sendiri karena dia memang membutuhkan bantuan itu.
c.       Satuan tingkah laku mengajar yang dimiliki guru merupakan satuan yang terintegrasi, sehingga terlihat kemampuan apa, keterampilan apa yanag spesifik harus diperbaiki.
d.      Suasana dalam pemberian supervisi adalah suasana yang penuh kehangatan, kedekatan, dan keterbukaan.


3.3   Prinsip – prinsip supervisi klinis
a.       Supervisi klinis yang dilaksanakan harus berdasar inisiatif dari para guru terlebih dahulu.
b.      Ciptakan hubungan manusiawi yang bersifat interaktif dan rasa kesejawatan.
c.       Ciptakan suasana bebas dimana setiap orang bebas mengemukakan apa yang dialaminya.
d.      objek kajian adalah kebutuhan professional guru.
e.      Perhatian dipusatkan pada unsure – unsure yng spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki.


3.4   Langkah – langkah dalam supervisi klinis melalui tiga tahap sebagai berikut :
1.       Pertemuan awal
2.       Observasi
3.       Pertemuan akhir


4.       Model supervisi artistic
Sergiovanni Th.J menyamakan beberapa ciri khas tentang model supervisi yang artistic , antara lain:
a.       Memerlukan perhatian agar lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
b.      Mmerlukan tingkat pengetahuan yang cukup.
c.       Mengutamkan sumbangan yang unik dari guru – guru dal;am rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda
d.      Menuntut untuk member perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas.
e.      Memerlukan suatu kemampuan berbahasa dalam cara mengungkapkan apa yang dimiliki terhadap orang lain yang dapat membuat orang lain menangkap dengan jelas ciri ekspresi yang diungkapkan itu.
f.        Memerlukan kemampun untuk menafsir makna dari aperistiwa yang diungkapkan.
KESIMPULAN
model dalam uraian ini adalah suatu pola
Model yang berkembang diantaranya :
1.       Model Supervisi yang konvensional ( Tradisional )
2.       Model Supervisi yang bersifat ilmiah
3.       Model supervisi klinis
4.       Model supervisi artistic
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pengembangan Model Supervisi Pendidikan" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/pengembangan-model-supervisi-pendidikan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 12.41. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

PERANGKAT SUPERVISI PENDIDIKAN



PERANGKAT SUPERVISI
Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksankan supervisi ialah instrument observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis, dengan demikian diharapkan indicator yang diamati untuk setiap unsure yang diamati, antara lain
  1. Persiapan dan aperisepsi

  2. Relevansi materi dengan tujuan instruksional

  3. Penguasaan materi

  4. Strategi

  5. Metode

  6. Manajemen kelas

  7. Pemberian metivasi kepada siswa

  8. Nada dan suara

  9. Penggunaan bahasa

Gaya dan sikap perilaku
Baca Selengkapnya..
Artikel "PERANGKAT SUPERVISI PENDIDIKAN" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/06/perangkat-supervisi-pendidikan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Selasa, 29 Juni 2010, pukul 21.05. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Tujuan dan sasaran Supervisi



Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990).
Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil  tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar .
 secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu
A. Meningkatkan mutu kinerja guru
1.  Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut
2.  Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya.
3.  Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan lainnya.
4. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
5. Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat pengajaran.
6. Menyediakan sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam pengajaran.
7. Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
B. Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik
C. Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa
D. Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.
E. Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.
Adapun sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah  peningkatan kemampuan profesional guru (Depdiknas, 1986; 1994 & 1995).
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang disupervisi, ada 3 macam bentuk supervisi:

1. Supervisi Akademik
Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
2. Supervisi Administrasi
Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar terlaksananya pembelajaran.
3. Supervisi Lembaga
Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. Misalnya: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.
oleh : Moh Badrun Sholeh, S.Pdi
Baca Selengkapnya..
Artikel "Tujuan dan sasaran Supervisi" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/05/tujuan-dan-sasaran-supervisi.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Minggu, 16 Mei 2010, pukul 05.22. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Pengertian (Definisi) Supervisi



Pengertian Supervisi
Secara morfologis Supervisi berasalah dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan –orang yang berposisi diatas, pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki.
 Secara sematik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
Good Carter memberi pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran.
Boardman et. Menyebutkan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinir dan membimbing secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat menstmulir dan membimbing pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta mampu dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern.
Wilem Mantja (2007) mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan  supervisor (jabatan resmi) yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar (PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang harus diwujudkan oleh supervisi, yaitu; perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan
Menurut Kimball Wiles (1967)Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut : “Supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation”.
Ross L (1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.
Menurut Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.
Dari uraian definisi supervisi diatas, maka dapat dipahami para pakar menguraikan defenisi supervisi dari  tinjauan yg berbeda-beda.God Carter melihatnya sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar, Boardman. Melihat supervisi sebagai lebih sanggup berpartisipasi dlm masyarakat modern. Willem Mantja memandang supervisi sebagai kegiatan untuk perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan. Kimball Wiles beranggapan bahwa faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat penting untuk menciptakan suasana belajar mengajar yg lebih baik. Ross L memandang supervise sebagai pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan. Sedangkan Purwanto (1987) memandangkan sebagai pembinaan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pengertian (Definisi) Supervisi" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori Definisi / Pengertiansupervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/05/pengertian-definisi-supervisi.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 05.15. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Download LAKIP Rencana Strategik madrasah



Berikut ini adalah Daftar isi LAKIP MIN Pasir Agung Rokan Hulu,  silahkan di download!!




DAFTAR ISI


Halaman


IKHTISAR EKSEKUTIF……………………………………………………………      i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..      ii
BAB  I    PENDAHULUAN ………………………………………………………...      1
               1.   Tugas ………………………………………………………………….      1
               2.   Fungsi …………………………………………………………………      1
               3.   Struktur Organisasi……………………………………………………        1   
BAB  II   RENCANA STRATEGIK ………………………………………………..       4
A   Rencana strategic ……………………………………………………..        4
B.     Rencana Kinerja ……………………………………………………….      6
BAB III   AKUNTABILITAS KINERJA …………………………………………..        7
A.     Pengukuran kinerja……………………………………………………        7
B.     Evaluasi kinerja……………………………………………………….         10
C.     Evaluasi dan analisa pencapaian kinerja………………………………          10
D.     Aspek Keuangan……………………………………………………….      11
BAB IV  PENUTUP…………………………………………………………………      12
1.      Keberhasilan …………………………………………………………..      12
2.      Hambatan………. ……………………………………………………..      12
3.      Pemecahan masalah ……………………………………………………      13
LAMPIRAN-LAMPIRAN
-         RENCANA STRATEGIK……………………………………………………     14
-         RENCANA KINERJA TAHUNAN………………………………………….     16
-         PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN……………………………………     26
-         PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN……………………………….     35


Silahkan download selengkapnya disini
Baca Selengkapnya..
Artikel "Download LAKIP Rencana Strategik madrasah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/download-lakip-rencana-strategik.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Senin, 15 Maret 2010, pukul 22.44. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Download LAKIP / Rencana Strategik



Berikut ini adalah Daftar isi LAKIP MIN Pasir Agung Rokan Hulu,  silahkan di download!!




DAFTAR ISI


Halaman


IKHTISAR EKSEKUTIF……………………………………………………………      i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..      ii
BAB  I    PENDAHULUAN ………………………………………………………...      1
               1.   Tugas ………………………………………………………………….      1
               2.   Fungsi …………………………………………………………………      1
               3.   Struktur Organisasi……………………………………………………        1   
BAB  II   RENCANA STRATEGIK ………………………………………………..       4
A   Rencana strategic ……………………………………………………..        4
B.     Rencana Kinerja ……………………………………………………….      6
BAB III   AKUNTABILITAS KINERJA …………………………………………..        7
A.     Pengukuran kinerja……………………………………………………        7
B.     Evaluasi kinerja……………………………………………………….         10
C.     Evaluasi dan analisa pencapaian kinerja………………………………          10
D.     Aspek Keuangan……………………………………………………….      11
BAB IV  PENUTUP…………………………………………………………………      12
1.      Keberhasilan …………………………………………………………..      12
2.      Hambatan………. ……………………………………………………..      12
3.      Pemecahan masalah ……………………………………………………      13
LAMPIRAN-LAMPIRAN
-         RENCANA STRATEGIK……………………………………………………     14
-         RENCANA KINERJA TAHUNAN………………………………………….     16
-         PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN……………………………………     26
-         PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN……………………………….     35


Silahkan download selengkapnya disini
Baca Selengkapnya..
Artikel "Download LAKIP / Rencana Strategik" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/download-lakip-rencana-strategik_11.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Kamis, 11 Maret 2010, pukul 05.10. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Supervisi Administrasi Kelengkapan



SUPERVISI
ADMINISTRASI KELENGKAPAN


1. Nama Madrasah           : …………………………………………………………………………….
2. Alamat Madrasah        : …………………………………………………………………………….
3. Kecamatan                    : …………………………………………………………………………….
4. Kab. /Kota                     : …………………………………………………………………………….
5. Hari/Tanggal                 : …………………………………………………………………………….










No
Kegiatan
Jawaban
Nilai
Keterangan
Ya/Ada
Tidak
1






2
3
4


5
6
7
8
9
10
11
12




13
Pemilikan Gedung / tanah
a.        milik sendiri
b.       sewa
c.        menumpang
Buku induk barang iventaris
Buku golongan iventaris
Daftar barang inventaris kelas / ruang
Buku catatan barang inventaris
Buku pembelian barang
Buku penerimaan barang
Kartu stok barang
Kartu pemeliharaan
Penghapusan barang
Nomor inventaris
Ruang inventaris
a.  Dipakai Sendiri
b. Dipakai bersama
Laporan












Jumlah








Rata rata nilai








Kesimpulan       : ………………………………………………………………………………………………
                            . ………………………………………………………………………………………………
Saran                  : ………………………………………………………………………………………………




Kepala Madrasah,                                                                                                            Pengawas,








___________________                                                                                                    ________________









PEDOMAN PENILAIAN
SUPERVISI ADMINISTRASI PERLENGKAPAN

















No
Komponen
Penilaian
Nilai
1
Pemilik Gedung/Tanah
a.        Ada Sertifikat tanak ( HGP/HGB)IMB untuk madrasah yang bersangkutan
b.       Ada Sertifikat Tanah ( HGP/HGB) IMB dan penyerahan penggunaan.
c.        Ada Perjanjian Sewa menyewa gedung madrasah
d.       Ada Sertifikat tanah (HGP/HGB)
e.        Ada Perjanjian Penggunaan.
91-100


71-90


41-70


21-40
1-20
2
Buku Induk barang Inventaris
a.        Ada Buku Induk barang inventaris yang memuat data : nomor urut lpemasukan semua barang inventaris, tinggal pemasukan barang, jenis/nama barang, banyaknya satuan barang kondisi
b.       Ada buku induk barang inventaris yang memuat data : nomor urut pemasukan semua barang inventaris, tanggal masuk barang, nama barang, banyaknya satuan barang, asal barang kondisi barang.
c.        Ada buku induk barang inventaris yang memuat data : nomor urut pemasukan semua barang inventaris, tanggal masuk barang, nama barang, banyaknya satuan barang nama barang asal barang.
d.       Ada buku induk barang inventaris yang memuat data : nomor urut pemasukan semua barang, tanggal masuk barang, banyak barang.
e.        Ada buku induk barang inventaris yang memuat data : nomor urut pemasukan semua barang, tanggal masuk barang, nama barang.


91-100








71-90








41-70








21-40




1-20


3
Buku golongan barang inventaris
a.        Ada buku golongan barang inventaris yang memuat : Data penggolongan semua barang inventaris, nomor induk barang inventaris, tanggal pemasukan barang, banyaknya barang, kondisi barang.
b.       Ada buku golongan barang inventaris yang memuat : Data penggolongan semua barang inventaris, nomor induk barang, tanggal pemasukan barang, banyaknya barang.
c.        Ada buku golongan barang inventaris yang memuat : Data penggolongan semua barang inventaris, nomor induk barang, tanggal masuk barang.
d.       Ada buku golongan barang inventaris yang memuat : Data penggolongan semua barang inventaris, nomor induk barang
91-100








71-90






41-70






21-40


4
Daftar barang inventaris kelas / ruang
a.        semua kelas/ruang memiliki daftar barang inventaris kelas yang memuat data : semua jenis dan banyaknya barang a. 1 : kursi meja murid , meja kursi guru, almari kelas , perangkat PPKN, papan tulis dan daftar terpelihara dengan baik.
b.       semua kelas/ruang memiliki daftar barang inventaris kelas yang memuat data : semua jenis dan banyaknya barang a. 1 : kursi meja murid , meja kursi guru, almari kelas , perangkat PPKN, papan tulis.
c.        Sebagian besar kelas/ruang memiliki daftar barang inventaris kelas yang memuat banyaknya dan jenis barang dalm kelas secara lengkap.
d.       Sebagian kecil kelas / ruang memiliki daftar barang inventaris semua jenis barang dan banyaknya.
e.        Kelas tidak memiliki daftar barang.


91-100










71-90








41-70






21-40




1-20














5














Buku catatan barang non inventaris














a.        Ada buku catatan barang non inventaris yang memuat data : habis pakai dan barangnya belum jelas pemiliknya tentang nomor urut barang, tanggal masuk, jenis barang, banyaknya harga barang, asal barang, kondisi barang.
b.       Ada buku catatan barang non inventaris yang memuat data : habis pakai dan barangnya belum jelas pemiliknya tentang nomor urut barang, tanggal masuk, jenis barang, banyaknya barang, asal  harga barang.
c.        Ada buku catatan barang non inventaris yang memuat data : habis pakai dan barangnya belum jelas pemiliknya tentang nomor urut barang, tanggal masuk, jenis barang, banyaknya barang, asal barang.
d.       Ada buku catatan barang non inventaris yang memuat data : habis pakai dan barangnya belum jelas pemiliknya tentang nomor urut barang, tanggal masuk, jenis barang, banyaknya barang.
e.        Ada buku catatan barang non inventaris yang memuat data : habis pakai dan barangnya belum jelas pemiliknya tentang nomor urut barang, tanggal masuk jenis barang.
















91-100










71-90








41-70








21-40








1-20
6
Buku pembelian barang
a.        Ada program pembelian , daftar pesanan barang, faktur barang, panitia/ timpembelian barang, daftar enyerahan barang.
b.       Ada program pembelian , daftar pesanan barang, faktur barang, panitia/ timpembelian barang.
c.        Ada program pembelian , daftar pesanan barang, faktur barang.
d.       Ada program pembelian , daftar pesanan.
e.        Ada daftar pesanan barang.


91-100




71-90




41-70


21-40
1-20
7
Buku penerimaan barang
a.        Ada buku penerimaan barang memuat data ; tanggal pembelian , tanggal penyerahan , jenis barang, banyaknya barang , harga satuan.
b.       Ada buku penerimaan barang memuat data ; tanggal penyerahan ,daftar jenis barang, banyaknya barang , harga satuan.
c.        Ada buku penerimaan barang memuat data ; daftar jenis barang, banyaknya barang , harga satuan.
d.       Ada buku penerimaan barang  memuat data : banyaknya harga barang, satuan barang.
e.        Ada buku penerimaan barang  memuat banyaknya barang


91-100




71-90




41-70




21-40


1-20
8
Kartu stok barang
a.        Semua barang di Gudang memiliki kartu stock barang memuat tanggal masuk barang, banyaknya barang, tanggal keluar barang,  ada bon pengeluaran, sisa barang.
b.       Semua barang di Gudang memiliki kartu stock barang memuat tanggal masuk barang, banyaknya barang masuk , tanggal keluar barang, sisa barang.
c.        Semua barang di Gudang memiliki kartu stock barang memuat tanggal masuk barang, banyaknya barang keluar , sisa barang.
d.       Semua barang di Gudang memiliki kartu stock barang memuat jumlah barang masuk , jumlah barang keluar, sisa barang.
e.        Tidak semua barang di Gudang memiliki kartu stock barang


91-100






71-90






41-70




21-40




1-20


















9


















Kartu pemeliharaan barang


















a.        semua barang Inventaris yang diperbaiki memiliki kartu pemeliharaan yang memuat : tanggal pemeliharaan/ perbaikan , jenis yang diperbaiki, yang memperbaiki, harga satuan, ongkos, biaya komponen ( sparepart ).
b.       Semua barang inventaris yang memiliki kartu pemeliharaan , jenis yang memperbaiki, ongkos perbaikan.
c.        Semua barang inventaris yang diperbaiki, memiliki kartu pemeliharaan yang memuat : jenis perbaikan, yang memperbaiki, biaya perbaikan.
d.       Semua barang inventaris yang diperbaiki memiliki kartu pemeliharaan yang memuat : jenis perbaikan, biaya perbaikan.
e.        Tidak semua barang inventaris diperbaiki memiliki kartu peeliharaan.  


















91-100








71-90




41-70






21-40




1-20
10
Penghapusan barang
a.        memiliki usulan penghapusan, memuat jenis barang, banyaknya barang yang diusulkan, memiliki SK penghapusan
b.       memiliki usulan penghapusan, memuat jenis barang, banyaknya barang yang dihapuskan
c.        memiliki usulan penghapusan, banyaknya barang yang dihapuskan
d.       memiliki usulan penghapusan, jenis barang yang dihapuskan
e.        tidak memiliki usul , barang dihapuskan tanpa SK
91-100




71-90


41-70


21-40


1-20
11
Nomor inventaris
a.        Semua barang inventaris diberi nomor menurut kode
b.       Diberi nama tanpa kode
c.        Penomoran dengan sederhana
d.       Tidak diberi nomor inventaris
91-100


75-90
25-74
1-24
12
Penggunaan barang inventaris
Dipakai sendiri ( satu Madrasah )
Dipakai bersama ( dua sifat )
91-100
41-50
13
laporan
a.  Ada
-    laporan kehilangan
-    laporan pemakaian
-    laporan tahunan
-    laporan triwulan
-    laporan bulanan


b. Ada
-    laporan kehilangan
-    laporan pemakaian
-    laporan tahunan
-    laporan triwulan


c.  Ada
-    laporan kehilangan
-    laporan tahunan
-    laporan triwulan


d. Ada
-    Laporan kehilangan
-    Laporan tahunan


e.  Ada
-    Laporan Tahunan


91-100












71-90










41-70








21-40






1-20


Baca Selengkapnya..
Artikel "Supervisi Administrasi Kelengkapan" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori supervisi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/supervisi-administrasi-kelengkapan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 04.45. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger