100100 Voting: 999,879,658

Pemikiran politik Sunni, Syi'ah, Khawarij, dan mu'tazilah

PEMIKIRAN POLITIK SUNNI

Pemikiran-pemikiran dari ahli-ahli politik sunni cenderung membelah dan mempertahankan kehidupan kekuasaan. Jarang pula pemikiran politik dan kewarganegaraan mereka menjadi alat legitimasi bagi kekuasaan khalifah yang memerintah namun atas pendapat ini mujar ibnu syarif memberikan sebuah solusi ketika makalah ini dipersentasekan bahwasannya pendapat diatas merupakan suatu hal yang darurat.
Ibnu taimiyah telah merumuskan bahwa 60 tahun berada dibawah rezim penguasa zalim lebih baik dari pada sehari hidup tanpa pemimpin. Ibnu taimiya menyatakan bahwa keberadaan kepala negara dibutuhkan untuk umat islam tidak hanya sekedar menjamin jiwa dan harta masyarakatnya, tetapi juga untuk menjamin berjalannya hukum-hukum tuhan. Sebagai konsekuensi dari kekuasaan kepala negara yang saklar, ibnu tamiya berpendapat bahwa kepala negara tidak dapat diturunkan dari jabatannya. Karena kekuasaan bersifat mutlak, tidak dapat digangu gugat oleh siapa pun. Bahkan ibnu tamiyah mengharamkan umat islam untuk melakukan pemberontakan terhadap kepala negara meskipun kafir, selama ia masih menjalankan keadilan dan tidak menyuruh berbuat maksiat pada Allah SWT. Bahwasannya sumber kekuasaan kepala negara adalah berdasarkan perjanjian antara agama dan rakyatnya atau adanya kontrak sosial.
Ciri didalam pemikiran politik golongan sunni ini adalah penekanan mereka erhadap suku quraisy sebagai kepala negara walaupun ibnu abi rabi’ tidak menyingungnya secara tegas, dan muhammad iqbal memasukan pemikiran yang hidup dimasa modern yang masih menekankan suku quraisy di dalam pemikiran politiknya.


PEMIKIRAN POLITIK SYI’AH
            Mengenai delahiran kelompok ini banyak sekali aneragamnya, sebagaiman dijelaskan oleh iqbal yang menyatakan bahwasannya syi’ah lahir sebagai reaksi atas mayoritas kelompok sunni yang sejak wafatnya Nabi muhammad Swa telah mendominasikan dalam peraturan politik islam. Selanjutnya munawir sjadzali menyatakan titik awal dari lahirnya syi’ah karena berawal dari ketidak setujuan atas kekhalifahan abu bakar. Syi’ah lahir langsung setelah wafatnya Nabi muhammad Swa yaitu pada saat perbuatan ;kekuasaan antara golongan muhajirin dan anshor di balai pertemuan sqifah bani sa’idah. Abu zugroh memperkuat atas pendapat dengan menyatakan bahawasannya syi’ah adalah mashab politik yag pertama kali lahir dalam islam mazhab mereka tampil pada akhir masa pemerintahan utsman, kemudian tampil pada akhir masa ali.
            Kaum syi’ah menetapkan bahwa  seorang imam :
  1. harus ma’saum ( terpelihara) salah, lupa, dan maksiat.

  2. seorang imam harus memiliki ilmu yang meliputi setiap sesuatu yang berhubungan dengan syariat.

  3. seseorang imam boleh membuat hal yang luar biasa dari adat kebiasaan.

  4. imam adalah pembelah agama dan pemelihara kemurnian dan kelestarian agar terhindar dari penyelewengan.

Nabi hanya menetapkan siat-sifat yang mustinya dimiliki seseorang imam yang akan menggantikan beliau. Kaum syi’ah sebagaimana dijelaskan oleh suyuti merupakan tidak bisa lepas dari pendapat khawalij yang mengakukan, ali sejak peristiwa tahkim (arbitrase). Yaitu mengankat dan memutuskan pada tingkat ma’saum, dan mendoktrin bahwa ia telah ditetapkan melalui wasyiat nabi sebagai imam untuk pengganti nabi.


PEMIKIRAN POLITIK KHAWARIJ.
            Khawarij adalah kelompok sempalan yang memisakan diri dari barisan ali setelah arbitase atau tahkim untuk menerima yang mengakhiri perseruan dan kontak senjata antara ali dan mu’wiyah di siffin. Pengikut khawarij terdiri dari suku arab badu’I yang masih sederhana secara berpikirnya, sikap keagamaan mereka sangat ektrim dan sulit menrima perbeaan pendapat dan di teragkan oleh ABU Zahroh bahwasannya para pengikut kelompok khawrj pada umumnya terdiri atas orang arab pegunungan yang ceroboh dan berpikiran dangkal,sikap ekstrim ini pula yang membuat kelompok ini terpeah-pecah menjadi beberapa kelompok.
  1. penangkatan khalifah akan sah hanya jika berdasaran pelimihan yang benar- benar bebas dan di lakukan oleh semua umat islam tanpa deskriminasi.

  2. Jabatan khalifah bukan hak khusus keluarga arab tertentu, untuk memegang jabatan kkhalifah.

  3. pengangkatan khalifah tidak diperlukan jika masyarakat dapat menyampaikan masalah-masalah mereka. Jadi pengfangkatan seorang imam menurut mereka bukanlah suatu kewajiban berdasarkan sya’ra tetapi hanya bersifat kebolehan.

Pengikut khawarij berpandangan pengangkatan khalifah dan pembentukan negara adalah masalah kemasalahatan manusia saja mereka mengangap kepala negara sebagai seseorang yang sempurna iqbal menjelaskan bahwasannya khawarij mengunakan mekanisme untuk mengontrol pelaksanan tugas-tugas pemerintahan.


PEMIKIRAN POLITIK MU’TAZILAH
            Penamaan kelompok mu’tazilah ini baru terjadi pada saat terjadinya perbedaan-perbedaan antara washil ibnu atah dengan gurunya hasan al-basri. Tentang penilaian orang yang berbuat dosa. Kelaompok mu’tazilah selanjutnya berkembang menjadi sebuah aliran teologi nasional, akan tetapi sesuai dengan situasi dan perkembangan, pemikiran mu’tazilah berpandangan bahwa pembentukan lembaga khalifah bukanlah kewajibaan berdasarkan syar’i karena nash tidak tegas mempermasalahkan untuk membentuk negara, menambah dalam karangannya melainkan atas dasar pertimbangan rasio dan tuntutan mu’amalah manusia. Karena kepala negara ditentukan berdasarkan pemilihan umat islam sendiri.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pemikiran politik Sunni, Syi'ah, Khawarij, dan mu'tazilah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori makalahpendidikanSejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2011/05/pemikiran-politik-sunni-syi-khawarij.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 14 Mei 2011, pukul 17.36. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Pendidikan Islam Dizaman Rasulullah hingga Sekarang



Sejak Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasul sebagai tanda datangnya Islam sampai sekarang telah berjalan sekitar 14 Abad Lamanya. Pendidikan Islam memang berkembang sejalan dengan kemunculan Islam itu sendiri , atau setelah diutus nabi Muhammad sebagai Rasul. Nabi adalah anggota bani Hasyim. Tahun kelahirannya dinamakan Tahun Gajah. Karena pada waktu itu pasukan Abraha, Gubernur Kerajaan Habsyi (Ethiopia ) dengan menunggang Gajah Menyerbu Makkah Untuk Menghancurkan Ka’bah.
Pendidikan Islam dilakukan setelah mendapat firman Allah, yang dijelaskan dalam surat Al – Mudasir ayat 1 – 7 menyeru yang berarti mengajak , atau mendidik. Pada masa ini pendidikan Islam diartikan pembudayaan ajaran Islam yaitu memasukkan Ajaran – Ajaran Islam dan menjadikannya unsure budaya.


MASA PENDIDIKAN ISLAM ( KHULAFAUR RASIDIN )
Setelah Rasul Wafat , peradaban Islam memberi contoh bagaimana mengendalikan Negara dengan bijaksana . Kebijaksanaan ini adalah politik yang mengandung hikmat, bergerak , berpikir, bertindak, berlaku dan berbuat atau Tehnik Strategi.
Pada Masa Khalifah Umar Bin Khattab, situasi politik dalam keadaan Stabil, dengan meluasnya wilayah Islam sampai keluar Jazirah Arab, Begitu juga pada masa Khalifah Ustman Bin Affan masih Stabil, dan begitu juga seterusnya pada sahabat – sahabat yang lain.


MASA KEJAYAAN PENDIDIKAN ISLAM ( UMAYAH DAN ABBASIYAH)
Dengan Berakhirnya Khulafaurrasidin mulailah kekuasaan Bani Umayah. Selama pemerintahan Muawiyah, daerah kekuasaan Islam meluas sampai ke Lahore si Pakistan. Masa kejayaan ini ditandai dengan berkembangnya kebudayaan islam secara mandiri, dengan berkembang luasnya lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah, Universitas Islam.


MASA KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM.
Pendidikan Islam Terus Menurun setelah Abad 13 M dan terus melemah sampai abad 18 M dan beberapa sebab kemunduran Islam antara lain :
  1. Telah berkelebihan filsafat Islam ( yang bercorak sufistis ) dimasukkan oleh Al Ghazali dalam alam Islam dan dan berkelebihan pula Ibn Rusyd dalam memasukkan filsafat Islamnya.

  2. Para Khalifah, Sultan, Amir , dan umat Islam melalaikan Ilmu Pengetahuan dan kebudayaan Islam .

  3. banyak terjadi pemberontakan dan serangan dari luar sehingga menyebabkan kehancuran. Dan mengakibatkan berhentinya kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan.



PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM
Jika Sebelumnya Barat dianggap lemah dan kafir dihadapan Islam . namun Akhirnya Umat Islam sangat menghargai dan menjalin kerjasama untuk mengejar ketinggalan Islam dengan kemajuan barat, dengan cara ini akhirnya pendidikan Islam bangkit kembali dengan berdirinya Madrasah bahkan akhirnya sampai ke Indonesia.

Baca Selengkapnya..
Artikel "Pendidikan Islam Dizaman Rasulullah hingga Sekarang" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori pendidikanSejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/pendidikan-islam-dizaman-rasulullah.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 24 Desember 2010, pukul 10.26. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW

2.1 Sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang terpuji

    Tentang sifat terpuji Nabi Muhammad saw, pada masa sebelum diangkat dan menjadi nabi dan rasul Allah, sudah tampak kelihatan dengan nyata,diakui oleh segenap penduduk dikta mekah yerutama oleh para family dan teman yang pernah bergaul dengan beliau.

    Sejak beliau masih kecil sampai dewasa dan selanjutnya sampai beliau berkeluarga dan mempunyai anak, beliau murni dari kelakuan atau perbuatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat mekkah pada saat itu yaitu perbuatan jahiliyah dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya.

    Beliau adalah seseorang yang berbudi luhur dan berhati mulia. Berikut beberapa budi luhur yang dimiliki oleh Nabi Muhammad :

Beliau terkenal sebagai orang pemalu, pendiam dan rendah hati.

Beliau seorang yang peramah, sopan santun dan tenang.

Beliau seorang yang sabar, tahan uji, dan berani menderita.

Beliau adalah seorang yang tabah hati, tahan marah, dan tahan dendam.

Beliau adalah seorang yang yang terkenal jujur, bisa dipercaya, jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta sangat jauh dari sifat pendusta atau pembohong.

Beliau adalah orang yang suka menghormati orang yang lebih tua dan mengasihi orang yang lebih muda.

Beliau adalah orang yang suka berterima kasih, suka membalas jasa.

Serta masih banyak lagi sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad saw.





2.2 Nabi Muhammad berdagang

    Setelah kematian kakeknya yaitu Abdul Muthalib, Muhammad tinggal bersama pamannya yaitu Abu Thalib yang berprofesi sebagaimana kebanyakan pemimpin quraisy lainnya yaitu berdagang. Sebab berdagang merupakan pendapatan utama penduduk kota mekkah. Dengan demikian, Muhammad tumbuh dewasa dibawah asuhan pamannya yaitu Abu Thalib dan harus belajar mengenai bisnis berdagang dari pamannya.

    Pada waktu itu dikota mekkah ada seorang perempuan yang terkenal dengan kekayaannya, kebangsawanannya, dan dia termasuk seorang pedagang besar di kota mekkah. Dan pada waktu itu dia adalah seorang janda karena suaminya telah meninggal dunia. Ada pun namanya adalah Khadijah.

    Ketika Abu Thalib mendengar berita bahwa khafilah-khafilah quraisy yang memperniagakan perniagaan khadijah sudah hampir masanya diberangkatkan kenegeri syam, Abu Thalib menemui khadijah serta mengajukan permohonan untuk keponakannya yaitu Muhammad. Oleh khadijah pun permohonan Muhammad sebagai agen perniagaannya diterima dengan senang hati. Muhammad menjalankan bisnis perdagangan dari modal yang diberikan khadijah. Muhammad bersama agen-agen yang lain melakukan perdagangan dibeberapa pasar diarab. Keuntungan yang diperoleh pun cukup besar. Muhammad dikenal sebagai pedagang yang profesional karena sifatnya yang siddiq (jujur) dan Amin (terpercaya) dalam berdagang.



2.3 Nabi Muhammad berkeluarga

    Setelah kepulangan Nabi dari tempat-tempat perniagaannya, khadijah seorang janda yang tidak lain adalah orang yang memberi modal kepada Nabi kagum terhadap Nabi oleh ssebab itu pada suatu hari, khadijah menyuruh seorang budak perempuan yang dipercayanya untuk menemui Nabi Muhammad yang mana tujuannya adalah untuk menyampaikan segala sesuatu yang menjadi isi hati khadijah terhadap beliau. Setelah Nabi Muhammad menerima uraian keinginan khadijah, beliau hanya menjawab bahwa beliau belum dapat mengambil keputusan sebelum mendapat pertimbangan dari pamannya. Nafisah, orang kepercayaan khadijah itu menemui Abu Thalib dan membicarakan hal tersebut.

    Kemudian pada suatu hari, Abu Thalib bersama Nabi Muhammad pergi menemui khadijah Amer Ibnu Asad karena ayah khadijah telah wafat. Kedatangan Abu Thalib ini untuk memperbincangkan keinginan khadijah terhadap pribadi Nabi Muhammad. Oleh Amer Ibnu Asad diterima dengan baik dan dia tidak keberatan terhadap perjodohan antara khadijah dan Muhammad asal saja kedua belah pihak saling mencintai.

    Tidak lama kemudian setelah beberapa hal dibicarakan dengan masak oleh kedua belah pihak, dilangsungkanlah pernikahan antara Nabi Muhammad saw dan khadijah. Pada saat itu Nabi berusia 25 tahun sedangkan khadijah berumur 40 tahun. Pernikahan dilangsungkan dengan meriah dirumah mempelai wanita dan disaksikan oleh segenap family dari kedua belah pihak. Diantaranya family Nabi Muhammad yang datang mengantarkan adalah Abu Thalib dan Hamzah (kedua orang paman beliau) dan family khadijah yang datang dan sebagai wakil orang tuanya adalah Amer Ibnu Asad dan Waraqah Bin Naufal.

    Dari pernikahan Nabi Muhammad dengan khadijah kedua belah pihak merasakan kebahagiaan yang begitu besar. Menurut riwayat, selama sepuluh atau dua belas tahun dari pernikahan khadijah dan nabi Muhammad itu kemudian mereka dikaruniai enam orang anak, yaitu dua orang laki-laki dan empat orang perempuan. Ada pun lebih jelasnya sebagai berikut:

Al-Qasim, putra sulung. Al-Qasim meninggal dunia pada umur dua tahun.

Zainab. Dia ini dikemudian hari setelah dewsa diperistri oleh Abul Ash bin Arrab dan beliau meninggal dunia dimadinah pada tahun ke-8 dari hijriyah.

Abdullah, meninggal dunia pada waktu kecil.

Ruqayyah, setelah dewasa diperistri oleh Utbah bin Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian diperistri oleh sahabat Utsman bin Affan, lalu beliau meninggal dunia pada tahun ke-2 hijriyah.

Ummu Kalsum, setelah dewasa diperistri oleh Utbah bin Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian setelah ruqayyah meninggal dunia lalu Ummu Kalsum diperistri oleh sahabat Utsman bin Affan. Ia meninggal dunia dimadinah pada tahun kesembilan hijriyah.

Fatimah, setelah dewasa diperistri oleh sahabat Nabi Muhammad yaitu Ali bin Abi Thalib. Ia meninggal dunia pada tahun ke-11 dari hijrah Nabi.



2.4 Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.

    Setelah lebih dari sepuluh tahun Nabi Muhammad saw menikah dengan khadijah dan sebagai buah pernikahan itu beliau dikaruniai enam orang anak, fikiran beliau bertambah mendalam lagi dalam memikirkan dan merenungkan segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan umat manusia yang ada disekeliling beliau. Beliau melihat dan mendengar orang-orang yang memperbincangkan kepercayaan dan agama yang dianut umat pada masa itu, yaitu agama yang bertuhankan dewa, patung berhala, batu-batu, dan kayu-kayu. Kemudian Nabi Muhammad saw berkhalwat digua hira untuk mencari kebenaran yang hakiki. Setelah berulang-ulang Nabi saw berkhalwat digua hira dalam tempo beberapa bulan, pada suatu malam, didalam tidur beliau bermimpi melihat cahaya terang seperti cahaya terang cuaca waktu shubuh. Karena itu, beliau bertambah gemarberkhalwat dan ber-tahannuts digua hira tersebut.

    Setelah enam bulan lamanya beliau berkhalwat dan bertahannuts digua hira tersebut, usia beliau dikala itu sudah masuk tahun yang keempat puluh. Pada suatu malam, ditengah malam yang gelap gulita Nabi saw sedang tertidur nyenyak seorang diri didalam gua hira tersebut, kemudian beliau kedatangan seseorang yang belum pernah dikenalnya. Dengan kedatangan yang sangat mengejutkan dan menakutkan sahingga membangukan beliau, dan seketika itu juga orang itu berkata dengan suara keras kepada beliau,

“Gembiralah, ya Muhammad! Saya jibril dan engkau adalah rasul Allah kepada umat ini”.

Orang itu menunjukkan sehelai tulisan, lalu memerintahkan kepada beliau supaya membaca tulisan itu seraya berkata: “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”.

Dengan terperanjat beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”. Orang itu lalu memegang diri beliau sambil memeluknya dengan sekeras-kerasnya, kemudian dilepaskannya sambil berkata lagi, “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”.

Beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”. Orang itu memegang diri Nabi kembali sambil memeluknya dengan kerasnya, sehingga beliau merasa seakan-akan nafasnya akan putus, lantas dilepaskannya kembali dan berkata lagi, “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”. Beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”.

Orang itu lalu memegang diri beliau lagi sambil memeluknya dengan sekeras-kerasnya, sehingga beliau merasa tubuhnya sangat letih dan nafasnya akan putus, lantas dilepaskan lagi dan berkata,”Bacalah (olehmu ya Muhammad) dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah dibacakan oleh orang yang belum pernah dikenal dan yang mengaku bernama jibril itu.

    Demikianlah riwayat pertama kali Nabi saw, menerima wahyu dari hadirat Allah, yang diantarkan dan disampaikan kepada beliau dengan perantara malaikat jibril. Pada malam hari itulah beliau menerima pengangkatan dan penempatan dari hadirat-Nya menjadi Nabi dan rasul-Nya yang terakhir, untuk menyampaikan risalah-Nya kepada segenap umat manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta.   

   

2.5 Nabi Muhammad saw berdakwah

    Dakwah Nabi Muhammad saw yaitu seruan kepeda seluruh umat untuk memilih islam. Seruan ini ada yang secara diam-diam dan ada pula yang secara terang-terangan.

Seruan Nabi secara diam-diam

Beliau memulai dakwahnya dengan cara sembunyi-sembunyi. Seruan beliau yang pertama kali ditujukan kepada orang-orang yang serumah dengan beliau, yang kedua kali ditujukan kepada orang-orang yang bersahabat baik dan kenal dekat dengan beliau dan ketiga kali ditujukan kepada orang yang berhubungan agak dekat. Tempat yang dipilih Nabi untuk berdakwah adalah rumah sahabat Al-Arqam bin Abil Arqam Al-Makhzumi.

Seruan Nabi secara terang-terangan

Kurang lebih tiga tahun lamanya seruan Nabi saw. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Beliau sendiripun mengerjakan ibadah secara sembunyi hingga pada suatu hari beliau menerima wahyu, sebagai berikut :

Surat Al-Hijr : 94-95

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperitahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan kamu”.

Kemudian diterima lagi wahyu yang berbunyi,

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang beriman. Bila mereka mendurhakaimi maka katakanlah “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”. (asy-Syu’araa’:214-216).

    Seruan secara terang-terangan ini dilakukan dikaki gunung shafa. Yang dihadiri oleh sanak saudara (family) beliau.



2.6  tekanan dan ancaman kaum quraisy terhadap Nabi Muhammad saw

dalam menyiarkan perintah Allah, Nabi Muhammad mendapat berbagai caci maki, celaan, hinaan, serta dakwaan sebagai penipu, pembohong, penyesat manusia dan sebagainya dari pemimpin quraisy, seperti Abu Lahab dan dan kawan-kawannya.

Pemuka-pemuka quraisy yang merintangi dakwah Nabi Muhammad saw.

Pemuka-pemuka quraisy termuka yang meritangi Nabi Muhammad saw dalam berdakwah adalah Abu Lahab (Abu Uzza), Abu jahal (Amr bin Hisyam), Umar ibnul Khaththab (sebelum masuk islam), Uqbah bin Abi Mu’aith, Aswad bin Abdul Muththalib, Ash bin wail, Walid bin Mughirah, Nadhar bin harits, Aswad bin Abdi jaghuts, Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk islam), dan Ummu jamil (istri Abu Lahab).

Hasutan Abu Lahab dan istrinya

Abu Lahab dan Ummu jamil istrinya menghasut penduduk kampung. Hasutan itu berupa menjelek-jelekan Muhammad seperti Muhammad itu jahat, Muhammad itu orang muda yang otaknya sudah miring, Muhammad itu pendusta besar, penyesat orang banyak, pembuat keributan orang-orang tua, serta pembuat keonaran orang banyak, semua yang diserukan oleh Muhammad itu bohong, cerita kosong, sekali-kali jangan dipercaya sebab jika dipercaya tentu akan menyengsarakan. Itulah hasutan mereka terhadap Nabi Muhammad.

Penghinaan Abu Lahab kepada Nabi Muhammad

Abu Lahab didepan orang ramai dia berkata : “Itu cucu Abdul Muthalib yang bernama Muhammad yelah mengaku menerima wahyu dari langit, lantas dia mencela sesmbahan kita, mencaci maki agama kita, dan agama yang dipeluk para leluhur kita dahulu, membodoh-bodohkan orang pandai kita, dan menghinakan apa-apa yang kita puja dan yang dipuji oleh nenek kita dahulu, mengatakan bahwa orang-orang tua kita itu telah mati sesat”.

Kekejaman Abu Lahab kepada Nabi Muhammad

Pada suatu hari Abu Lahab melemparkan kotoran najis dimuka rumah Nabi.

Pada suatu hari Abu Lahab berbuat begitu lagi dimuka pintu rumah Nabi saw dan Nabi mengetahui akan hal itu.

Pada suatu waktu lagi, Abu Lahab sedang melempari kotoran manusia dan binatang kemuka rumah Nabi, hal itu diketahui oleh Hamzah (salah seorang paman beliau yang pada waktu itu belum memeluk islam).

Demikian Abu Lahab senantiasa melemparkan dan membuang kotoran (tahi manusia atau tahi binatang) dimuka pintu rumah Nabi. Mengetahui hal itu, dengan segera Nabi membuang kotoran tersebut dan membersihkannya sendiri.

Ancaman yang lebih kejam dan ganas.

Pemimpim dan pemuka quraisy mengadakan perundingan, akhirnya mereka memutuskan dengan suara bulat dan disertai dengan sumpah,”Apabila Muhammad berjalan disuatu tempat hendaklah kita masing-masing memukul dia dengan suatu pukulan yang keras. Jadi jika sewaktu-waktu kita masing-masing berjumpa dengan Muhammad dimana saja, haruslah kita pukul dengan pukulan yang keras. Dengan demikian lama kelamaan Muhammad akan jatuh sakit dan lemah tubuhnya”.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori biografikisah nabiSejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/sejarah-singkat-nabi-muhammad-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 09.46. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Pemerintahan Daulah Bani Umayyah



A. Pemerintahan Bani Umayyah


Pemerintahan bani umayyah di mulai dari pemerimtahan kholifahnya yang pertama yaitu muawiyah bin abu sofyan.pemerintahan ini bersifat turun temurun.
Pemerintahan bani umayyah berusia kurang lebih sembilan puluh tahun dan berikut ini kholifah besar bani umayyah :
  • Muawiyah bin abu sofyan.

  • Abdul al malik ibnu marwan.

  • Alwalid ibnu abdul malik.

  • Umar bin abdul aziz.

  • Hisyam ibnu abdul al malik.

Sewaktu pemerintahan muawiayah ekspansi yang dulu nya terhenti dilanjutkan kembali, di sebelah timur islam dapat menguasi daerah khurasan sampai sungai oxus, afganistan dan sampai ke kabul.selanjutnya ekspansi ini dilanjutkan oleh kholifah abdu lal malik yang mengirim tentara menyebrangi sungai oxus dan dapat berhasil menundukkan balkh bukhara ,khawariz,ferghana ,samarkand bahkan sampai keindia dan dapat menguasai balukhistan,sind dan daerah punjab  sampai ke miltan.ekspansi kebarat dilanjutkan pada masa kholifah al-walid bin abdul malik,ekspansi dapat menundukan aljazair dan maroko.tariq bin ziyad pemimpin pasukan muslim menyebrangi selat yang memisahkan antara maroko dengan benua eropa  dengan mendarat di jabal tariq dan tentara spayol dapat dikalahkan,maka ibu kota spanyol dapat dikuasai oleh pasukan islam yaitu kardova.kemudian kota-kota kecil  seperti seville,elvira dan tuledo. pasukan islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapatkan dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasanya.selanjutnya pada masa Kholifah Umar Bin Abdul Aziz perluasaan islam sampai ke prancis melalui pengunungan piranee.dengan keberhasilan ekspansi kedaerah barat dan timur wilayah islam pada masa ini, menjadi sangat luas yang meliputi : spanyol afrika ,utara, syiria ,palestina, jazirah arabia ,irak, sebagian asia kecil,persia ,afganistan ,pakistan,purkmenia, uzbek dan kirgis di asia tengah.
Disamping ekspansi bani umayyah juga banyak berjasa dibidang pembangunan seperti :dinas pos, angkatan bersenjata, mencetak mata uang dan jabatan hakim menjadi jabatan tersendiri. kholifah Abdul Al- Malik berhasil melakukan penbenahan di bidang administrasi , memperlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi. kholifah Al- Walid Bin Abdul Al-malik membangun panti untuk orang - orang cacat ,membangun jalan raya yang menghubungkan antara daerah satu dengan  daerah  lain, mendirikan  pabrik – pabrik ,gedung –gedung pemerintahan dan mesjid yang megah.


 B. perkembangan ilmu pengetahuan pada masa pemerintahan bani umayyah.
a.        perkembangan ilmu hadist.
menurut ahli hadist,hadist adalah segala ucapan ,perbuataan dan ketetapan yang disandarkan kepada rasullalah saw.hadist juga merupakan sumber kedua dari hukum islam setelah alqur’an. pada masa pemerintahan bani umayyah muncul beberapa tabi’in yang meriwat kan hadist dari para sahabat yang masih hidup pada saat itu.para tabi’in itu diantaranya : Sa’id Dan Urwah di madinah ,Ikrimah A’ta Bin Abi Rabah di mekkah,Asy-Sya’bi dan Ibrahim An-Nakhai di kufah, Abu Qotadah dan Muhammad Bin Sirrin di basra, Umar Bin Abdul Aziz dan Qabisah Bin Zualb di suriah, serta Tawus Bin Kaisan Al-Yamani dan Wahab Bin Munabbih di yaman. pada masa ini juga berkembang hadist –hadist  palsu  yang diriwayat kan oleh golongan syiah  di irak dan golongan suni dalam rangka kepentingan politik mereka.
b.      .perkembangan ilmu tafsir.
tafsir adalah ilmu yang menjelaskan tentang ayat-ayat alqur’an dengan petunjuk yang lahir  dalam batas kemampuan manusia.setelah rasullalah wafat penafsiran alqur’an dilakukan oleh para sahabat seperti Abu Bakar,Umar Bin Khotab, Ustman  Bin Affan Ali Bin Abi Thalib,Abdullah Bin Abbas dan lain-lain.Abdullah Bin Abbas merupakan sahabat yang masih hidup pada masa bani umayyah ,beliau wafat pada pemerintahan Abdul  Malik Al - Marwan. keahlian nya di bidang ilmu tafsir membuat nya di juluki dengan tarjamun qur’an ( juru bicara alqur’an).pada masa  berikutnya muncul para penafsir alqur’an dari golongan tabi’in.di mekkah berkembang ilmu tafsir yang bersumber dari Abdullah Bin Abbas , di kufah berkembang tafsir yang berasal dari  Ibnu Mas’ud , di madinah juga muncul ahli tafsir seperti Abdurrahman Bin Aslam dan Malik Bin Anas.
c.       .perkembangan ilmu fiqih.
fikih menurut ulama fiqih  adalah sekumpulan hukum amaliah yang di  syariatkan oleh islam bidang bahasan fiqih ini adalah setiap pekerjaan muallaf  yang terhadap perbuatanya ditentukan hukum apa yang dikenainya.
Pada masa pemerintahan kholifah Usman Bin Affan para sahabat mulai berpencar keberbagai daerah.para sahabat tersebut menjumpai masarakat yang memiliki sisytem sosial yang berbeda.dengan demikian, makin banyak pula hasil ijtihat yang muncul sesuai dengan kebutuhan masarakat tersebut.di irak ibnu mas’ud berperan sebagai  sahabat yang menjawab berbagai persoalan disana.Zaid Bin Tsabit  dan Abdullah Bin  Umar menjadi mufti di madinah.dalam berijtihad mereka mengedepan kan dalil-dalil alqur’an dan hadist.murid –murid Ibnu Mas’ud, Zaib Bin  Tsabitdan Abdullah Bin Umar selanjutnya meneruskan usaha mereka, diantaranya Sa’id Ibnu Musayyab di madinah,Ata Bin Abi Rabah Di mekah,Ibrahim An-Nakai di kufah, makhul di  suriah,dan Tawus Bin Kaisan Al-Yamani di yaman.
d.      perkembangan ilmu tasawuf.
pada masa pemerintahan bani umayyah kehidupan tasawuf di jalani oleh generasi tabi’in kondisi sosial politik berubah jauh dari pada masa sebelumnya.pada masa itu kehidupan keluarga bani umayyah jauh dari tuntunan nabi muhammad saw.dan lebih dekat kepada kehidupan raja romawi.oleh karena itu kaum muslimin yang shaleh menyeru masarakat untuk  hidup zuhud,sederhana ,saleh dan tidak tenggelam  dalam budaya hawa nafsu.diantara para penyeru itu adalah Abu Dzar Al-Ghifari salah seorang sahabat yang masih hidup pada saat itu.di madinah muncul pula Said Bin Musayyab, di basra masyur pula nama Hasan Al –Basri ,di kufah juga muncul nama Sufyan At- Tsausari.
B. Runtuh Nya Bani Umayyah.
meski pun berhasil  di berbagai bidang, tetapi politik didalam negri menjadi tidak stabil.karena muawwiyah melanggar perjanjian dengan pihak hasan bin ali bin abi thalib, bahwa setelah kepimpinan muawiyah berakhir maka selanjutnya urusan kepemimpinan diserah kan kepada kaum muslimin, tetapi muawiyah mengangkat anak nya sebagai kholifah selanjutnya. sehingga  banyak terjadi kontrapersi di tengah masarakat terhadap keputuasn tersebut, terutama golongan syiah yang tidak mengakui kepemimpinan bani umayyah.pada masa kholifah umar bin abdul aziz yang menjadi proritas utama adalah pembangunan di dalam negri.pada pemerintahan  yang singkat ini dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan syiah dan memberikan kebebasan pada pemeluk agama lain untuk beribadah sesuai dengan kepercayaanya masing-masing.
pada masa pemerintahan kholifah Yazid Bin Abdul Malik,kholifah ini terlalu gandrung dengan kemewahan harta  benda dan kurang memperhatikan keadaan  rakyatnya.sehingga banyak terjadi kekacauan  di dalam masarakat,kekacauan ini terus berlanjut hingga pemerintahan kholifah Hisyam Bin Abdul Malik,di zaman ini juga muncul suatu kekuatan baru yang di pelopori oleh bani hasyim dan golongan mawali.kekuatan baru ini lah yang akhirnya menggulingkan pemerintahan bani umayyah dan menggantikanya dengan dinasti baru yaitu dinasti bani abbasiah pada tahun 750 m.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pemerintahan Daulah Bani Umayyah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori Sejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/pemerintahan-daulah-bani-umayyah.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 12.34. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger