100100 Voting: 999,879,658

1 tamparan untuk 3 pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, Dan ia kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, yaitu seorang kiyai.

Pemuda berkata dengan sombongnya: Anda siapa !!!!!.......Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya insyaallah saya akan menjawab pertanyaan anda........

Pemuda itu berkata lagi : Anda yakin??????........... Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.(lagi-lagi dengan sombongnya)

Dan Kiyai itu menjawab :Insyaallah Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.........

Pemuda itu mulai bertanya tentang apa yang akan ia tanyakan
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan.......
(yang pertama).Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya!!!
(kedua) .Apakah yang dinamakan takdir.....???
(yang ketiga) .Kalau syaitan diciptakan dari api.... kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,..... tentu tidak menyakitkan buat syaitan ....??. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? (astafirullah)

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras...PLAAKK!!

Pemuda itu dengan keheranan bertanya sambil menahan rasa sakit ; Kenapa anda marah kepada saya....???
Kiyaipun menjawab : Saya tidak marah......Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda (dengan keheranan ia berkata) : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti......

Kiyai itu menerangkan sambil bertanya : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.(jawab pemuda itu).

Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada.....???

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Jawab Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit (jawabnya)

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda menjawab : Kulit....

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.........

(Semoga bisa mengambil hikmahnya)
Baca Selengkapnya..
Artikel "1 tamparan untuk 3 pertanyaan" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori cerita. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2011/05/1-tamparan-untuk-3-pertanyaan.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 14 Mei 2011, pukul 18.34. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Legenda sungai jernih



LEGENDA SUNGAI JERNIH
            Seorang janda beserta dua anaknya, laki-laki dan perempuan, diundang pesta di suatu desa. Tentu saja kedua anak itu amat senang. Mereka mengenakan pakaian yang paling bagus. Di sana, mereka dijamu dengan makanan dan minuman yang enak-enak. Pesta kenduri itu dihadiri tamu. Selain diramaikan dengan musik, juga ada pertunjukan randai dan lain-lainnya. Kedua anak itu kemudian meminta izin kepada ibunya untuk melihat keramaian itu.
            “Bu, kami ingin melihat randai  dan pertunjukan lainnya,” kata mereka kepada ibunya.
            “Boleh, Nak, tapi ingat, jangan pergi jauh-jauh….,” pesan ibunya.
            Akan tetapi, mereka tidak puas hanya melihat pertunjukan saja. Setelah jemu menonton, mereka pergi ke tempat lain. Dalam kegembiraannya, mereka lupa akan pesan ibunya. Akhirnya kedua anak itu sampai di sebuah kolam yang sangat jernih airnya. Karena hari amat panas, timbullah selera mereka untuk mandi di kolam itu. Tanpa piker-pikir lagi, mereka segera melepas pakaian dan terjun ke dalam air yang sejuk. Mereka berenang-renang kian kemari dengan gembiranya. Mereka tidak ubahnya seperti ikan-ikan.
            Tidak berapa lama, sang ibu teringat akan anak-anaknya. Mereka belum juga kembali ke tempat pesta. Mulailah sang ibu bingung. Dicarinya kesana kemari, tetapi tidak juga bersua.
            Hari pun berganti petang, tetapi kedua anak itu belum juga dapat ditemukan. Si ibu pulang sendiri sambil menangis sepanjang jalan. Ia terus mengenangkan nasib kedua anaknya tersayang. Karena amat lelah, setibanya di rumah, ia segera tidur.
            Ia bermimpi melihat seorang nenek. Nenek itu menghampirinya. Nenek itu berkata, “Anak-anakmu sudah menjadi penghuni kolam. Letaknya tidak jauh dari tempat pesta kemarin. Jika engkau hendak menjumpai anak-anakmu, lemparkan segenggam nasi ke dalam kolom itu. Nanti anak-anakmu akan menyambutnya.”
            Begitu terbangun, si ibu segera mendatangi kolam itu sambil membawa segenggam nasi. Setibanya di tepi kolam, si ibu menebarkan nasi sambil memanggil nama anak-anaknya. Tidak berapa lama, muncullah dari dalam kolam dua ekor ikan besar yang sangat indah. Melihat kedua ikan yang indah itu, si ibu segera meratapi dan menangisi nasib kedua anaknya. Mereka telah menjadi ikan! Orang-orang sedesa juga datang ke kolam itu. Mereka mencoba menghibur kesedihan ibu yang malang itu. Akan tetapi, usaha mereka sia-sia belaka. Si ibu amat sedih hatinya.
            Sejak peristiwa itu, air kolam menjadi makin jernih dan bberkilau. Akhirnya, desa itu bernama Desa Sungai Jernih. Desa ini terletak di sebelah utara Nagari Baso, Kabupaten Agam
Baca Selengkapnya..
Artikel "Legenda sungai jernih" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori cerita. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/05/legenda-sungai-jernih.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 01 Mei 2010, pukul 03.57. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger