100100 Voting: 999,879,658

Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW

2.1 Sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang terpuji

    Tentang sifat terpuji Nabi Muhammad saw, pada masa sebelum diangkat dan menjadi nabi dan rasul Allah, sudah tampak kelihatan dengan nyata,diakui oleh segenap penduduk dikta mekah yerutama oleh para family dan teman yang pernah bergaul dengan beliau.

    Sejak beliau masih kecil sampai dewasa dan selanjutnya sampai beliau berkeluarga dan mempunyai anak, beliau murni dari kelakuan atau perbuatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat mekkah pada saat itu yaitu perbuatan jahiliyah dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya.

    Beliau adalah seseorang yang berbudi luhur dan berhati mulia. Berikut beberapa budi luhur yang dimiliki oleh Nabi Muhammad :

Beliau terkenal sebagai orang pemalu, pendiam dan rendah hati.

Beliau seorang yang peramah, sopan santun dan tenang.

Beliau seorang yang sabar, tahan uji, dan berani menderita.

Beliau adalah seorang yang tabah hati, tahan marah, dan tahan dendam.

Beliau adalah seorang yang yang terkenal jujur, bisa dipercaya, jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta sangat jauh dari sifat pendusta atau pembohong.

Beliau adalah orang yang suka menghormati orang yang lebih tua dan mengasihi orang yang lebih muda.

Beliau adalah orang yang suka berterima kasih, suka membalas jasa.

Serta masih banyak lagi sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad saw.





2.2 Nabi Muhammad berdagang

    Setelah kematian kakeknya yaitu Abdul Muthalib, Muhammad tinggal bersama pamannya yaitu Abu Thalib yang berprofesi sebagaimana kebanyakan pemimpin quraisy lainnya yaitu berdagang. Sebab berdagang merupakan pendapatan utama penduduk kota mekkah. Dengan demikian, Muhammad tumbuh dewasa dibawah asuhan pamannya yaitu Abu Thalib dan harus belajar mengenai bisnis berdagang dari pamannya.

    Pada waktu itu dikota mekkah ada seorang perempuan yang terkenal dengan kekayaannya, kebangsawanannya, dan dia termasuk seorang pedagang besar di kota mekkah. Dan pada waktu itu dia adalah seorang janda karena suaminya telah meninggal dunia. Ada pun namanya adalah Khadijah.

    Ketika Abu Thalib mendengar berita bahwa khafilah-khafilah quraisy yang memperniagakan perniagaan khadijah sudah hampir masanya diberangkatkan kenegeri syam, Abu Thalib menemui khadijah serta mengajukan permohonan untuk keponakannya yaitu Muhammad. Oleh khadijah pun permohonan Muhammad sebagai agen perniagaannya diterima dengan senang hati. Muhammad menjalankan bisnis perdagangan dari modal yang diberikan khadijah. Muhammad bersama agen-agen yang lain melakukan perdagangan dibeberapa pasar diarab. Keuntungan yang diperoleh pun cukup besar. Muhammad dikenal sebagai pedagang yang profesional karena sifatnya yang siddiq (jujur) dan Amin (terpercaya) dalam berdagang.



2.3 Nabi Muhammad berkeluarga

    Setelah kepulangan Nabi dari tempat-tempat perniagaannya, khadijah seorang janda yang tidak lain adalah orang yang memberi modal kepada Nabi kagum terhadap Nabi oleh ssebab itu pada suatu hari, khadijah menyuruh seorang budak perempuan yang dipercayanya untuk menemui Nabi Muhammad yang mana tujuannya adalah untuk menyampaikan segala sesuatu yang menjadi isi hati khadijah terhadap beliau. Setelah Nabi Muhammad menerima uraian keinginan khadijah, beliau hanya menjawab bahwa beliau belum dapat mengambil keputusan sebelum mendapat pertimbangan dari pamannya. Nafisah, orang kepercayaan khadijah itu menemui Abu Thalib dan membicarakan hal tersebut.

    Kemudian pada suatu hari, Abu Thalib bersama Nabi Muhammad pergi menemui khadijah Amer Ibnu Asad karena ayah khadijah telah wafat. Kedatangan Abu Thalib ini untuk memperbincangkan keinginan khadijah terhadap pribadi Nabi Muhammad. Oleh Amer Ibnu Asad diterima dengan baik dan dia tidak keberatan terhadap perjodohan antara khadijah dan Muhammad asal saja kedua belah pihak saling mencintai.

    Tidak lama kemudian setelah beberapa hal dibicarakan dengan masak oleh kedua belah pihak, dilangsungkanlah pernikahan antara Nabi Muhammad saw dan khadijah. Pada saat itu Nabi berusia 25 tahun sedangkan khadijah berumur 40 tahun. Pernikahan dilangsungkan dengan meriah dirumah mempelai wanita dan disaksikan oleh segenap family dari kedua belah pihak. Diantaranya family Nabi Muhammad yang datang mengantarkan adalah Abu Thalib dan Hamzah (kedua orang paman beliau) dan family khadijah yang datang dan sebagai wakil orang tuanya adalah Amer Ibnu Asad dan Waraqah Bin Naufal.

    Dari pernikahan Nabi Muhammad dengan khadijah kedua belah pihak merasakan kebahagiaan yang begitu besar. Menurut riwayat, selama sepuluh atau dua belas tahun dari pernikahan khadijah dan nabi Muhammad itu kemudian mereka dikaruniai enam orang anak, yaitu dua orang laki-laki dan empat orang perempuan. Ada pun lebih jelasnya sebagai berikut:

Al-Qasim, putra sulung. Al-Qasim meninggal dunia pada umur dua tahun.

Zainab. Dia ini dikemudian hari setelah dewsa diperistri oleh Abul Ash bin Arrab dan beliau meninggal dunia dimadinah pada tahun ke-8 dari hijriyah.

Abdullah, meninggal dunia pada waktu kecil.

Ruqayyah, setelah dewasa diperistri oleh Utbah bin Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian diperistri oleh sahabat Utsman bin Affan, lalu beliau meninggal dunia pada tahun ke-2 hijriyah.

Ummu Kalsum, setelah dewasa diperistri oleh Utbah bin Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian setelah ruqayyah meninggal dunia lalu Ummu Kalsum diperistri oleh sahabat Utsman bin Affan. Ia meninggal dunia dimadinah pada tahun kesembilan hijriyah.

Fatimah, setelah dewasa diperistri oleh sahabat Nabi Muhammad yaitu Ali bin Abi Thalib. Ia meninggal dunia pada tahun ke-11 dari hijrah Nabi.



2.4 Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.

    Setelah lebih dari sepuluh tahun Nabi Muhammad saw menikah dengan khadijah dan sebagai buah pernikahan itu beliau dikaruniai enam orang anak, fikiran beliau bertambah mendalam lagi dalam memikirkan dan merenungkan segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan umat manusia yang ada disekeliling beliau. Beliau melihat dan mendengar orang-orang yang memperbincangkan kepercayaan dan agama yang dianut umat pada masa itu, yaitu agama yang bertuhankan dewa, patung berhala, batu-batu, dan kayu-kayu. Kemudian Nabi Muhammad saw berkhalwat digua hira untuk mencari kebenaran yang hakiki. Setelah berulang-ulang Nabi saw berkhalwat digua hira dalam tempo beberapa bulan, pada suatu malam, didalam tidur beliau bermimpi melihat cahaya terang seperti cahaya terang cuaca waktu shubuh. Karena itu, beliau bertambah gemarberkhalwat dan ber-tahannuts digua hira tersebut.

    Setelah enam bulan lamanya beliau berkhalwat dan bertahannuts digua hira tersebut, usia beliau dikala itu sudah masuk tahun yang keempat puluh. Pada suatu malam, ditengah malam yang gelap gulita Nabi saw sedang tertidur nyenyak seorang diri didalam gua hira tersebut, kemudian beliau kedatangan seseorang yang belum pernah dikenalnya. Dengan kedatangan yang sangat mengejutkan dan menakutkan sahingga membangukan beliau, dan seketika itu juga orang itu berkata dengan suara keras kepada beliau,

“Gembiralah, ya Muhammad! Saya jibril dan engkau adalah rasul Allah kepada umat ini”.

Orang itu menunjukkan sehelai tulisan, lalu memerintahkan kepada beliau supaya membaca tulisan itu seraya berkata: “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”.

Dengan terperanjat beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”. Orang itu lalu memegang diri beliau sambil memeluknya dengan sekeras-kerasnya, kemudian dilepaskannya sambil berkata lagi, “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”.

Beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”. Orang itu memegang diri Nabi kembali sambil memeluknya dengan kerasnya, sehingga beliau merasa seakan-akan nafasnya akan putus, lantas dilepaskannya kembali dan berkata lagi, “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”. Beliau menjawab, “Saya tidak dapat membaca”.

Orang itu lalu memegang diri beliau lagi sambil memeluknya dengan sekeras-kerasnya, sehingga beliau merasa tubuhnya sangat letih dan nafasnya akan putus, lantas dilepaskan lagi dan berkata,”Bacalah (olehmu ya Muhammad) dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah dibacakan oleh orang yang belum pernah dikenal dan yang mengaku bernama jibril itu.

    Demikianlah riwayat pertama kali Nabi saw, menerima wahyu dari hadirat Allah, yang diantarkan dan disampaikan kepada beliau dengan perantara malaikat jibril. Pada malam hari itulah beliau menerima pengangkatan dan penempatan dari hadirat-Nya menjadi Nabi dan rasul-Nya yang terakhir, untuk menyampaikan risalah-Nya kepada segenap umat manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta.   

   

2.5 Nabi Muhammad saw berdakwah

    Dakwah Nabi Muhammad saw yaitu seruan kepeda seluruh umat untuk memilih islam. Seruan ini ada yang secara diam-diam dan ada pula yang secara terang-terangan.

Seruan Nabi secara diam-diam

Beliau memulai dakwahnya dengan cara sembunyi-sembunyi. Seruan beliau yang pertama kali ditujukan kepada orang-orang yang serumah dengan beliau, yang kedua kali ditujukan kepada orang-orang yang bersahabat baik dan kenal dekat dengan beliau dan ketiga kali ditujukan kepada orang yang berhubungan agak dekat. Tempat yang dipilih Nabi untuk berdakwah adalah rumah sahabat Al-Arqam bin Abil Arqam Al-Makhzumi.

Seruan Nabi secara terang-terangan

Kurang lebih tiga tahun lamanya seruan Nabi saw. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Beliau sendiripun mengerjakan ibadah secara sembunyi hingga pada suatu hari beliau menerima wahyu, sebagai berikut :

Surat Al-Hijr : 94-95

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperitahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan kamu”.

Kemudian diterima lagi wahyu yang berbunyi,

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang beriman. Bila mereka mendurhakaimi maka katakanlah “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”. (asy-Syu’araa’:214-216).

    Seruan secara terang-terangan ini dilakukan dikaki gunung shafa. Yang dihadiri oleh sanak saudara (family) beliau.



2.6  tekanan dan ancaman kaum quraisy terhadap Nabi Muhammad saw

dalam menyiarkan perintah Allah, Nabi Muhammad mendapat berbagai caci maki, celaan, hinaan, serta dakwaan sebagai penipu, pembohong, penyesat manusia dan sebagainya dari pemimpin quraisy, seperti Abu Lahab dan dan kawan-kawannya.

Pemuka-pemuka quraisy yang merintangi dakwah Nabi Muhammad saw.

Pemuka-pemuka quraisy termuka yang meritangi Nabi Muhammad saw dalam berdakwah adalah Abu Lahab (Abu Uzza), Abu jahal (Amr bin Hisyam), Umar ibnul Khaththab (sebelum masuk islam), Uqbah bin Abi Mu’aith, Aswad bin Abdul Muththalib, Ash bin wail, Walid bin Mughirah, Nadhar bin harits, Aswad bin Abdi jaghuts, Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk islam), dan Ummu jamil (istri Abu Lahab).

Hasutan Abu Lahab dan istrinya

Abu Lahab dan Ummu jamil istrinya menghasut penduduk kampung. Hasutan itu berupa menjelek-jelekan Muhammad seperti Muhammad itu jahat, Muhammad itu orang muda yang otaknya sudah miring, Muhammad itu pendusta besar, penyesat orang banyak, pembuat keributan orang-orang tua, serta pembuat keonaran orang banyak, semua yang diserukan oleh Muhammad itu bohong, cerita kosong, sekali-kali jangan dipercaya sebab jika dipercaya tentu akan menyengsarakan. Itulah hasutan mereka terhadap Nabi Muhammad.

Penghinaan Abu Lahab kepada Nabi Muhammad

Abu Lahab didepan orang ramai dia berkata : “Itu cucu Abdul Muthalib yang bernama Muhammad yelah mengaku menerima wahyu dari langit, lantas dia mencela sesmbahan kita, mencaci maki agama kita, dan agama yang dipeluk para leluhur kita dahulu, membodoh-bodohkan orang pandai kita, dan menghinakan apa-apa yang kita puja dan yang dipuji oleh nenek kita dahulu, mengatakan bahwa orang-orang tua kita itu telah mati sesat”.

Kekejaman Abu Lahab kepada Nabi Muhammad

Pada suatu hari Abu Lahab melemparkan kotoran najis dimuka rumah Nabi.

Pada suatu hari Abu Lahab berbuat begitu lagi dimuka pintu rumah Nabi saw dan Nabi mengetahui akan hal itu.

Pada suatu waktu lagi, Abu Lahab sedang melempari kotoran manusia dan binatang kemuka rumah Nabi, hal itu diketahui oleh Hamzah (salah seorang paman beliau yang pada waktu itu belum memeluk islam).

Demikian Abu Lahab senantiasa melemparkan dan membuang kotoran (tahi manusia atau tahi binatang) dimuka pintu rumah Nabi. Mengetahui hal itu, dengan segera Nabi membuang kotoran tersebut dan membersihkannya sendiri.

Ancaman yang lebih kejam dan ganas.

Pemimpim dan pemuka quraisy mengadakan perundingan, akhirnya mereka memutuskan dengan suara bulat dan disertai dengan sumpah,”Apabila Muhammad berjalan disuatu tempat hendaklah kita masing-masing memukul dia dengan suatu pukulan yang keras. Jadi jika sewaktu-waktu kita masing-masing berjumpa dengan Muhammad dimana saja, haruslah kita pukul dengan pukulan yang keras. Dengan demikian lama kelamaan Muhammad akan jatuh sakit dan lemah tubuhnya”.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori biografikisah nabiSejarah Islam. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/sejarah-singkat-nabi-muhammad-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 24 Desember 2010, pukul 09.46. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Biografi Fatimah Az Zahrah Binti Rasulullah



Sekilas sejarah tentang kehidupan Fatimah Azzahrah Binti Rasulullah SAW.
1)      Kelahiran dan Wafatnya
Fatimah Azzahrah adalah putri Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah binti Khuwailid. Fatimah Azzahrah lahir pada hari jumat Jumadil Akhir di Mekah tahun kelima setelah kerosulan Nabi Muhammad SAW.
Tentang tahun kelahiran Fatimah Azzahrah ada dua pendapat diantaranya adalah :
1.      Pendapat Syiah menyebutkan tahun 614 M.
2.      Pendapat Sunni menyebutkan tahun tahun 606 M.
Fatimah Azzahrah wafat pada tahun ke-11 Hijriah / 632 M.


2)      Guru dan Muridnya Fatimah Azzahrah
-          Nabi Muhammad SAW (Ayahnya sendiri)
-          Ali bin Abi Thalib 9suaminya)
-          Al-Qur’an (yang jadi pedomannya)


3)      Karya-karyanya (Musyap Fatimah)
-          Menjelaskan hukum dan pengetahuan para wanita
-          Figur yang paling sempurna bagi kaum wanita dan dia dapat dikenal sebagai Sayyidatul Nisa’il Alamin yakni penghulu wanita alam semesta.
-          Istri tauladan
-          Jadi cerminan bagi kaum wanita


4)      Kondisi Sosial dan Politik Pada Masanya
-          Fatimah Azzahrah bukan saja berbakti kepada ayahnya, tapi sekaligus penerus perjuangan Islam setelah ayahnya wafat serta seorang istri yang setia dan sebagai pendidik terbaik terhadap anak-anaknya.
-          Fatimah Azzahrah mengalami kehidupan yang sulit seperti penentangan selama 3 bulan, pemutusan sehingga ia mengalami kesedihan dan masalah yang bertumpuk-tumpuk sampai ia sakit dan jengukan yang dia benci.
Mengikuti perang bersama wanita-wanita lain yaitu pada perang uhud.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Biografi Fatimah Az Zahrah Binti Rasulullah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori biografikisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/11/biografi-fatimah-az-zahrah-binti.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Minggu, 28 November 2010, pukul 19.41. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Maulid (Hari Kelahiran ) Nabi Muhammad SAW



Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.
Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi –orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.
Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.
Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.
Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.
Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.
Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).
Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).
Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.
Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba’ (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.
Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.
Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”
Baca Selengkapnya..
Artikel "Maulid (Hari Kelahiran ) Nabi Muhammad SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabipidato. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/06/maulid-hari-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 04 Juni 2010, pukul 09.38. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Fatimah Az-Zahra Putri Rasulullah

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.



Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)



"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".



Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.



Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".
Baca Selengkapnya..
Artikel "Fatimah Az-Zahra Putri Rasulullah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/05/fatimah-az-zahra-putri-rasulullah.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 07 Mei 2010, pukul 10.02. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Akhak Rasulullah (Nabi Muhammad) Terhadap Istrinya



Akhlaq Rasulullah Terhadap Istrinya
Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.


Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.


Sayidatina 'Aisyah menceritakan "Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang."


Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai yang kemerah-merahan')


'Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah."


Rasulullah lantas berkata, "Jika begitu aku puasa saja hari ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.


Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya. Rasulullah menegur, "Mengapa engkau memukul isterimu?" Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar, "Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap degil, jadi aku pukul dia."


"Aku tidak bertanya alasanmu," sahut Nabi s.a.w. "Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?" Pernah baginda bersabda, "sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya."


Prihatin, sabar  dan tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat.


Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.


Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang, "Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"


"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar."


"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit..." desak Umar penuh cemas.


Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.


"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"


Lalu baginda menjawab dengan lembut, "Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nati, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?"


"Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."


Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.


Mengenang peribadi yang amat halus ini, timbul persoalan dalam diri kita... adakah lagi bayangan
peribadi baginda Rasulullah s.a.w. hari ini? Apa yang kedengaran sehari-hari sepertimana yang didedahkan oleh  media massa, hanyalah cerita-cerita derita akibat sikap mereka-mereka yang tidak berperanan di tempatnya. Amat sukar hendak mencari seorang manusia yang sanggup mengorbankan kepentingan diri untuk orang lain semata-mata kerana takutkan ALLAH, sepertimana yang dilakukan oleh Rasulullah.


Apakah rahsia yang menjadikan jiwa dan akhlak baginda begitu indah? Apakah yang menjadi rahsia kehalusan akhlaknya hingga sangat memikat dan menjadikan mereka yang hampir dengannya begitu tinggi kecintaan padanya. Apakah anak kunci kehebatan peribadi baginda yang
bukan saja sangat bahagia kehidupannya walaupun didalam kesusahan dan penderitaan, bahkan mampu pula membahagiakan orang lain tatkala di dalam derita. Nur Muhammad itu, yang ALLAH ciptakan semua makhluk yang lain kerananya, mempunyai kekuatan dalaman paling unggul. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.


Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai mahupun dalam keseorangan. Ketika pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah.


Fisikalnya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?" Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."
Baca Selengkapnya..
Artikel "Akhak Rasulullah (Nabi Muhammad) Terhadap Istrinya" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/05/akhak-rasulullah-nabi-muhammad-terhadap.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 10.00. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW



Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 
RASULULLAH saw mengalami pembedahan dada / perut, dilakukan  oleh jibril, mika`il dan satu malaikat yang lain. Hati baginda saw dicuci  dengan air zamzam, dibuang ketul hitam ('alaqah) iaitu tempat  syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman.ke dalam dada Rasulullah saw. Selesai pembedahan, didatangkan bintang Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan "Israk"  itu. Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masdil-Aqsha):


Sepanjang perjalanan (israk) itu Rasulullah saw diiringi (ditemani) oleh Jibril a.s dan Israfil a.s. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah), Rasulullah diarah oleh Jibril supaya berhenti dan bersembahyang dua rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah:  Madyan dan Tursina, iaitu tempat nabi Musa as berkata-kata (munajat) dengan Allah; Baitul-Laham (tempat nabi 'Isa a.s dilahirkan).


Dalam perjalanan itu juga baginda Rasulullah saw menghadapi gangguan jin 'Afrit dengan api jamung dan dapat menyaksikan  peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib. Antaranya :


Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Raslulullah saw dibertahu oleh Jibril : Itulah kaum yang berjihad fi sabilillah yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.


Tempat yang berbau harum. Rasulullah saw diberitahu oleh jibril : Itulah bau kubur Masyitah (tukang sisir rambut anak Fir'aun) bersama suaminya dan anak-anak-nya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman ibunya) yang dibunuh oleh Fir'aun kerana  tetap teguh beriman kepada Allah (tak mahu mengakui Fir'aun sebagai tuhan).


Sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibril meberitahu  Rasulullah : Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).


Sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) dengan secebis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka makan bara api dan batu neraka jahannam. Kata  Jibril : Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.


Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibril : Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing-masing mempunyai isteri /suami.


Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata  Jibril : Itulah orang yang makan riba`. Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi ditambah lagi kayu yang lain. Kata Jibril : Itulah orang tak dapat menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain.
Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibril : Itulah orang
yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.


Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Kata Jibril: Itulah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang.


Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibril : Itulah orang yang bercakap besar (Takabbur). Kemudian menyesal, tapi sudah terlambat.


Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibril : Itulah  dunia. Jika Rasulullah memberi perhatiankepadanya, nescaya umat  Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.


Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti. Rasulullah saw tidak menghiraukannya. Kata Jibril: Itulah orang yang mensesiakan umurnya sampai ke tua.


Tiba di masjid al-Aqsha, Rasulullah turun dari buraq. Kemudian masuk ke dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat  dengan segala anbia` dan mursalin menjadi ma`mum.


Rasulullah saw terasa dahaga, lalu dibawa Jibril dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah memilih susu lalu diminumnya. Kata Jibril: Baginda membuat pilhan yang betul. Jika arak itu dipilih, nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat. 


Mikraj (Naik ke Hadhratul-Qudus Menemui Allah) : Didatangkan mi'raj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah saw  dan Jibril a.s. naik ke atas tangga pertama lalu terangkat ke pintu  langit dunia (pintu Hafzhah).


Langit Pertama :
Rasulullah saw dan Jibril masuk ke langit pertama, lalu berjumpa dengan nabi Adam a.s. Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba` dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.


Langit Kedua :
Nabi saw dan Jibril naik tangga langit yang kedua, lalu masuk dan bertemu dengan nabi 'Isa  a.s dan nabi Yahya a.s.


Langit Ketiga :
Naik langit ketiga. Bertemu dengan nabi Yusuf a.s.


Langit Keempat :
Naik tangga langit keempat. Bertemu dengan nabi Idris a.s.


Langit Kelima :
Naik tangga langit kelima. Bertemu dengan nabi Harun a.s yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israil.



Langit Keenam :
Naik tangga langit keenam. Bertemu dengan nabi-nabi. Seterusnya dengan nabi Musa a.s. Rasulullah mengangkat kepala (disuruh oleh Jibril) lalu dapat melihat umat baginda sendiri  yang
ramai, termasuk 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab.


Langit Ketujuh :
Naik tangga langit ketujuh dan masuk langit ketujuh lalu bertemu dengan nabi Ibrahim Khlilullah yang sedang bersandar di Baitul-Ma'mur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah saw, nabi Ibrahim a.s. bersabda, "Engkau akan berjumapa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha'if, maka berdoalah untuk  umatmu. Suruhlah umatmu menanam
tanaman syurga iaitu LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH".
Mengikut riwayat lain, nabi Irahim a.s bersabda, "Sampaikan salamku kepada umahmu dan beritahu mereka, syurga itu baik tanahnya, tawar airnya dan tanaman- ya ialah lima kalimah, iaitu : SUBHANALLAH, WAL-HAMDULILLAH, WA LA ILAHA ILLALLAH ALLAHU AKBAR dan WA LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL- 'ALIYYIL-'AZHIM.
Bagi orang yang membaca setiap kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga". Setelah melihat beberpa peristiwa lain yang ajaib. Rasulullah dan Jibril masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini betul-betul di atas Baitullah di Mekah).


Tangga Kedelapan :
Di sinilah disebut "al-Kursi" yang berbetulan dengan dahan pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah s.a.w menyaksikan pelbagai keajaipan pada pokok itu : Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah warna dan bertukar menjadi permata-permata yang indah. Unggas-unggas emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. Baginda Rasulullah s.a.w dapat menyaksikan pula sungai al-Kautsar yang terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke syurga dan melihat neraka berserta dengan Malik penunggunya.


Tangga Kesembilan :
Di sini berbetulan dengan pucuk pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah s.a.w masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki yang ghaib di dalam nur 'Arasy, iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu penuh kepada masjid dan tidak memaki ibu bapanya.


Tangga Kesepuluh :
Baginda Rasulullah sampai di Hadhratul-Qudus dan Hadhrat Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah Subhanahu wa Taala dengan mata kepalanya, lantas sujud.


Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan Muhammad, Rasul-Nya : Allah S.W.T: Ya Muhammad. Rasulullah : Labbaika.
Allah S.W.T Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan. Rasulullah  Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan 'Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan.


Allah S.W.T: Aku ambilmu sebagai kekasih. Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembiran dan amaran kepada umatmu. Aku buka dadamu dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari qiamat. Aku kurniakan tujuh ayat (surah al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di
bawah 'Arasy. Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu. Dan Aku fardhukan atasmu dan umatmu lima puluh (waktu) sembahyang. Selesai munajat, Rasulullah s.a.w di bawa menemui nabi Ibrahim a.s kemudian nabi Musa  a.s. Nabi Musa a.s. menyuruh Rasulullah s.a.w merayu kepada Allah S.W.T agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardhukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.


Selepas Mikraj :
Rasulullah a.s turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul-Maqdis. Lalu menunggang buraq perjalanan pulang ke Mekah pada malam yang sama. Dalam perjalanan ini bagina bertemu dengan beberapa peristiwa yang kemudiannya menjadi saksi (bukti) peristiwa israk-mikraj yang amat ajaib itu (Daripada satu riwayat peristiwa itu berlaku pada  malam Isnin, 27 Rajab, kira-kira 18 bulan  sebelum hijrah). Wallahu a'lam
Baca Selengkapnya..
Artikel "Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/04/isra-mi-nabi-muhammad-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Kamis, 08 April 2010, pukul 03.44. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Nama-nama malaikat yang wajib diketahui



Nama-nama malaikat yang wajib diketahui oleh setiap orang Islam  ialah:-



1.      Jibril a.s. - Ketua kepada seluruh malaikat.  Tugasnya menerima  wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada para Nabi / Rasul.   Pekerjaan ini telah diakhiri sampai kepada junjungan kita, Nabi  Mohamad S.A.W. sebab tiada lagi Nabi dan Rasul diutus selepas itu.
2.      Mikhail a.s. -  Tugasnya membagi rezeki kepada seluruh  makhluk
3.      Izrail a.s.     -  Ditugaskan untuk mencabut roh atau nyawa  semua makhluk
4.      Israfil a.s.  - .Ditugaskan untuk meniup sangkakala kalau  sudah tiba masanya Kiamat
5.      Raqip a.s.   - .Tugasnya ialah untuk mencatat segala amalan  baik manusia
6.      Atid a.s.     - .Tugasnya ialah untuk mencatat segala amalan  kejahatan manusia
7.      Munkar a.s. dan Nakir a.s. - Keduanya ditugaskan untuk  menyoal ahli kubur
8.      Ridhwan a.s. - Tuganya untuk menjaga syurga
9.      Malik a.s.    - Tugasnya untuk menjaga neraka
Baca Selengkapnya..
Artikel "Nama-nama malaikat yang wajib diketahui" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/04/nama-nama-malaikat-yang-wajib-diketahui.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Selasa, 06 April 2010, pukul 09.21. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Biografi Imam Malik

Biografi Imam Malik 
Imam Malik dilahirkan di sebuah perkampungan kecil yang bernama Ashbah, yang terletak di dekat Kota Himyar jajahan Yaman. Nama aslinya ialah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Al-Ashabally. Beliau adalah seorang ulama besar yang lahir di Madinah serta mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap dunia Islam.


Ketika Imam Malik berusia 54 tahun, pemerintahan berada di tangan baginda Al-Mansur yang berpusat di Bagdad. Ketika itu di Madinah dipimpin oleh seorang gabenor bernama Jaafar bin Sulaiman Al-Hasymi. Sementara itu Imam Malik juga menjabat sebagai mufti di Madinah. Di saat timbulnya masalah penceraian atau talak, maka Imam Malik telah menyampaikan fatwanya, bahawa talak yang dipaksakan tidak sah, ertinya talak suami terhadap isteri tidak jatuh. Fatwa ini sungguh berlawanan dengan kehendak gabenor, kerana ia tidak mahu hadith yang disampaikan oleh Imam Malik tersebut diketahui oleh masyarakat, sehingga akhirnya Imam Malik dipanggil untuk mengadap kepada gabenor.


Kemudian gabenor meminta agar fatwa tersebut dicabut kembali, dan jangan sampai orang ramai mengetahui akan hal itu. Walaupun demikian Imam Malik tidak mahu mencabutnya. Fatwa tersebut tetap disiarkan kepada orang ramai. Talak yang dipaksanya tidak sah. Bahkan Imam Malik sengaja menyiarkan fatwanya itu ketika beliau mengadakan ceramah-ceramah agama, kerana fatwa tersebut berdasarkan hadith Rasulullah SAW yang harus diketahui oleh umat manusia.


Akhirnya Imam Malik ditangkap oleh pihak kerajaan, namun ia masih tetap dengan pendiriannya. Gabenor memberi peringatan keras supaya fatwa tersebut dicabut dengan segera Kemudian Imam Malik dihukum dengan dera dan diikat dengan tali dan dinaikkan ke atas punggung unta, lalu diarak keliling Kota Madinah. Kemudian Imam Malik dipaksa supaya menarik kembali fatwanya itu.


Mereka mengarak Imam Malik supaya Imam merasa malu dan hilang pendiriannya. Tetapi Imam Malik masih tetap dengan pendiriannya itu. Kerana ketegasannya itu, dia dihukum dengan sebat sebanyak 70 kali, yang menyebabkan tulang belakangnya hampir patah. Kemudian ia berkata kepada sahabat-sahabatnya : "Aku dihukum dera begitu berat lantaran fatwa ku. Demikian Said Al-Musayyid, Muhamad Al-Munkadir dan Rabiah telah dijatuhi hukuman demikian lantaran fatwanya juga."


Bagi Imam Malik hukuman semacam itu, bukanlah mengurangi pendiriannya, bahkan semakin bertambah teguh jiwanya. Ia tidak pernah takut menerima hukuman asalkan ia berada pada jalan kebenaran. Kerana memang setiap perjuangan itu memerlukan pengorbanan. Imam Al-Laits, seorang alim menjadi mufti Mesir ketika itu, saat mendengar bahawa Imam Malik dihukum lantaran fatwanya ia berkata: "Aku mengharap semoga Allah mengangkat darjat Imam Malik atas setiap pukulan yang dijatuhkan kepadanya, menjadikan satu tingkat baginya masuk ke syurga." Insya Allah.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Biografi Imam Malik" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori kisah nabimakalah. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/biografi-imam-malik.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 27 Maret 2010, pukul 23.25. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Istri dan anak Rasulullah SAW

Berikut ini adalah daftar untuk Istri - Istri dan Anak - Anak / Keturunan Rasulullah SAW



Istri - Istri Rasulullah SAW

  1. Khadijah binti Khuwailid r.a.

  2. Saudah binti Zum’ah r.a.

  3. Aisyah binti Abu Bakar r.a.

  4. Hafsah binti Omar Al-Khattab r.a.

  5. Zainab bin Jahsyin r.a.

  6. Zainab binti Khuzaimah r.a.

  7. Ummu Salamah (Hindon binti Abi Umaiyah) r.a.

  8. Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufian) r.a.

  9. Juwairiyah binti Al-Harith r.a.

  10. Maimunah binti Al-Harith

  11. Safiah binti Hoiyi bin Ahtab r.a.

  12. Mariyah Al-Qibtiyah





Hanya seorang sahaja isteri Rasulullah yang gadis
ketika berkahwin dengan baginda iaitu Aisyah binti Abu
Bakar Al-Siddiq. Manakala yang lainnya adalah janda
atau balu yang kematian suami.






Anak - Anak Rasulullah


  1. Al-Qasim

  2. Abdullah

  3. Ibrahim

  4. Zainab

  5. Ruqaiyah

  6. Ummu Kalthum

  7. Fatimah



Anak Rasulullah dengan Mariyah Al-Qibtiyah :
Ibrahim


Dipetik dari buku soal jawab berkaitan Rasullulah oleh
Hj Ahmad bin Haji Awang
Baca Selengkapnya..
Artikel "Istri dan anak Rasulullah SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori kisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/istri-dan-anak-rasulullah-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 20 Maret 2010, pukul 03.20. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

40 Nasehat Ali bin Abu Thalib

40 NASEHAT SAIYIDINA ALI BIN ABU THALIB

 
Berikut adalah 40 nasihat Saiyidina Ali sebagaimana yang terdapat idalam kitab Nahjul Balagh dan Al-Bayan Wattabyeen r.a. :

 
1. Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda.



 
2. Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran



 
3. Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging



 
4. Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan menjadi miskin



 
5. Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak-anakmu akan menjagai kamu



 
6. Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai kepecayaan terhadap Allah



 
7. Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau keangin. Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil



 
8. Seorang arif adalah lebih baik daripada arif.Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan



 
9. Ilmu adalah lebih baik dari pada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakn ilmu menjaga kamu



 
10. Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang



 
11. Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam



 
12. Mengajar adalah belajar



 
13. Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin



 
14. Insan terbahagi kepada 3 :



 
  • mereka yang mengenal Allah

  • mereka yang mencari kebenaran

  • mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran. Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut sebarang ketua dengan buta seperti kambing

15. Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah



 
16. Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah



 
17. Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain



 
18. Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya



 
19. Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati



 
20. Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran, nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.



 
21. Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas



 
22. Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya



 
23. Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta



 
24. Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya



 
25. Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya



 
26. Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat



 
27. Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran



 
28. Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba



 
29. Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa



 
30. Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan



 
31. Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan



 
32. Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat



 
33. Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar



 
34. Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan



 
35. Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah



 
36. Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang dikatakannya



 
37. Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2



 
38. Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan



 
39. Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya



 
Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi



 
Baca Selengkapnya..
Artikel "40 Nasehat Ali bin Abu Thalib" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/40-nasehat-ali-bin-abu-thalib.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 19 Maret 2010, pukul 06.20. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Dajjal dan Ya'juj wa ma'juj



Dajjal dan Ya'juj ma'juj 
Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur'an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.


Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.


Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.


Kata Ya'juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.


DAJJAL DAN YA'JUJ WA-MA'JUJ MENURUT AL-QUR'AN



Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut:


"Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari
(fitnahnya) Dajjal."


"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal."


Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.


Mula-mula diuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammad dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia (ayat 2), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada ummat Nasrani (ayat 4), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah memungut Anak laki-laki. Demikianlah bunyinya:


"Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya ..., ... agar ia memberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia memperingatkan orang-orang yang berkata bahwa Allah memungut anak laki-laki." (18:1-4).


Terang sekali bahwa yang dituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi diuraikan seterang-­terangnya, bahwa ummat Nasrani mencapai hasil gemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :


"Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamu orang-orang yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang mempunyai keahlian dalam membuat barang-barang." (18: 102-104).


Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan kata-kata yang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut. Mereka berlomba-lomba membuat barang-barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, sehingga penglihatan mereka akan nilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi kabur sama sekali. Membuat barang-­barang, sekali lagi membuat barang-barang, adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia. Jadi, sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsa Kristen di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal.


Ya'juj wa-Ma'juj diuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan dalam surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhimya surat al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dhul-Qarnain* ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.


Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Persi yang bernama Darius I. Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, berakhir di laut Hitam. "Sampai tatkala ia mencapai ujung yang paling Barat, ia menjumpai matahari terbenam dalam sumber yang berlumpur hitam." (18:86). Ternyata bahwa yang dimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam.


Selanjutnya diuraikan dalam surat tersebut, kisah perjalanan beliau ke Timur "Sampai tatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari terbit di atas kaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu" (18:90). Selanjutnya diuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara. "Sampai tatkala ia mencapai (suatu tempat) diantara dua bukit" (18:93).


Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Arme­nia dan Azarbaijan. Dalam perjalanan ke Utara ini, raja Dhul-Qarnain berjumpa dengan suatu kaum yang berlainan bahasanya, artinya, mereka tak mengerti bahasa Persi. Kaum ini mengajukan permohonan kepada raja Dhul-Oarnain sbb: "Wahai Dhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya'juj wa-Ma'juj itu membuat kerusakan di bumi. Bolehkah kami membayar upeti kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka" (18:94).


Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa raja Dhul-Qarnain benar-benar membangun sebuah tembok** dan sehubungan dengan itu, Al-Qur'an menyebut-nyebut besi dan tembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang:


"Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di antara dua bukit, ia berkata: 'Bawalah kemari cairan tembaga yang akan kutuangkan di atasnya' (18:96). Dalam ayat 97 diterangkan, bahwa tatkala tembok itu selesai, mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) tak dapat menaiki itu, dan tak dapat pula melobangi itu. Dalam ayat 98, raja Dhul-Qarnain menerangkan, bahwa bagaimanapun kuatnya, tembok ini hanya akan berfaedah sampai jangka waktu tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalu kita akan dihadapkan kepada peristiwa yang lain. "Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" (18:99).


*[Kata Dhul-Qarnain makna aslinya "mempunyai dua tanduk", tetapi dapat berarti pula "orang yang memerintah dua generasi", atau, "orang yang memerintah dua kerajaan. Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam kitab perjanjian           lama, Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: "Adapun domba jantan, yang telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu raja Media dan Persi, (Daniel 8:20). Diantara raja Media dan Persi, yang paling cocok dengan gambaran Al-Quran, ialah raja Darius I (521-485 sebelum Kristus).


Jewish Encyclopaedia menerangkan sbb : "Darius adalah negarawan yang ulung. Peperangan yang beliau lakukan hanyalah dimaksud untuk membulatkan tapal-batas kerajaannya, yaitu di Armenia, Kaukasus, India, sepanjang gurun Turania dan dataran tinggi Asia Tengah". Pendapat ini dikuatkan oleh Encyclopaedia Britannica sbb: "Tulisan yang diukir dalam batu menerangkan bahwa raja Darius adalah pemeluk agama Zaratustra yang setia. Tetapi beliau juga seorang negarawan yang besar. Pertempuran yang beliau lakukan, hanyalah untuk memperoleh tapal-batas alam yang kuat bagi kerajaannya, demikian pula untuk menaklukkan suku bangsa biadab di daerah perbatasan. Jadi, raja Darius menaklukkan bangsa biadabdi pegunungan Pontic dan Atmenia,dan meluaskan kerajaan Persia sampai Kaukasus"].


**[Rintangan atau tembok yang diuraikan disini ialah tembok yang termasyur di Derbent (atau Darband) yang terletak di pantai Laut Kaspi. Dalam kitab Marasidil - Ittila', kitab ilmu-bumi yang termasyur, terdapat uraian tentang hal itu. Demikian pula dalam kitabnya lbnu at-Faqih. Encyclopaedia Biblica menjelaskan tembok itu sbb :.Derbent atau Darband adalah sebuah kota kerajaan Persi di Kaukasus, termasuk propinsi Daghistan, di pantai Barat laut Kaspi…  Di ujung sebelah Selatan, terletak Tembok Kaukasus yang menjulang ke laut, yang panjangnnya 50 mil, yang disebut Tembok Alexander…Tembok ini seluruhnya mempunyai ketinggian 29 kaki, dan tebal ± 10 kaki; dan dengan pintu gerbangnya yang dibuat dari besi, dan berpuluh-puluh menara-pengintai, merupakan pertahanan tapal-batas kerajaan Persi yang kuat
Baca Selengkapnya..
Artikel "Dajjal dan Ya'juj wa ma'juj" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/dajjal-dan-ya-wa-ma.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal , pukul 03.50. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger