100100 Voting: 999,879,658

Pengetian Karya tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Membicarakan

produk ilmiah, pasti kita membayangkan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan temuan baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian. Memang temuan ilmiah dilakukan melalu penelitian, namun tidak hanya penelitian merupakan satu-satunya karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut. Karya tulis ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan yang disepakati. Dalam karya tulis ilmiah cirri-ciri keilmiahan dari suatu karya harus dapat dipertanggung jawabkan secara empiris dan objektif. Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yakni gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah serta teknik notasi dalam menyebutkan sumber pengetahuan ilmiah yang digunakan dalam penulisan. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat yang tidak bias diindentifikasikan mana yang merupakan subjek dan predikat serta hubungan apa antara subjek dan predikat kemungkinan besar merupakan informasi yang tidak jelas. Penggunaan kata harus dilakukan secara tepat artinya kita harus memilih kata-kata yang sesuai dengan pesan apa yang harus disampaikannya. Dalam penelitian yang digunakan sebagai bahan penulisan karya tulis ilmiah mengutip pernyataan orang lain sebagai dasar atau sebagai landasan penyusunan penelitian. Pernyataan ilmiah ini digunakan untuk bermacammacam

tujuan sesuai dengan bentuk argumentasi yang diajukan. Pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai definisi dalam menjelaskan suatu konsep,atau dapat digunakan sebagai premis dalam pengambilan kesimpulan pada suatu argumentasi. Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan



dalam tulisan harusmencakup beberapa hal, yaitu :

1. Harus dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.

2. Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan disampaikan     apakah dalam makalah, buku, seminar,lokakarya dan sebagainya.

3. Harus dapat diindentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu dilakukan. Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak diterbitkan maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut. Cara kita mencantumkan ketiga hal tersebut dalam karya tulis ilmiah disebut teknik notasi ilmiah. Terdapat bermacam-macam teknik notasi ilmiah yang pada dasarnya mencerminkan hakikat dan unsur yang sama. Buku ini memberikan contoh teknik notasi ilmiah yang menggunakan catatan kaki (Footnote). Catatan kaki merupakan informasi dari pernyataan yang kita kutip. Di samping itu catatan kaki dapat digunakan sebagai informasi tambahan yang tidak langsung berkaitan dengan pernyataan dalam badan tulisan. Kutipan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ada dua jenis yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan pernyataan yang kita tulis dalam karya tulis ilmiah susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun. Kutipan tak langsung merupakan kutipan pendapat atau pernyataan orang lain dengan melakukan perubahan kalimat yang dikutip disesuaikan dengan bahasa penulis itu sendiri.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Pengetian Karya tulis Ilmiah" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori Definisi / PengertianSkripsi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/pengetian-karya-tulis-ilmiah.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 24 Desember 2010, pukul 10.04. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Contoh Latar Belakang (Skripsi)

A. Latar Belakang

Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, merupakan model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti berbagai mata pelajaran, di antaranya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Sebagai guru sudah menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak didik ke tujuan. Di sini tentu saja tugas guru berusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik. Suasana belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis. Anak didik gelisah duduk berlama-lama di kursi mereka masing-masing. Kondisi ini tentu menjadi kendala yang serius bagi tercapainya tujuan pengajaran.

Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Benjamin Franklin mengatakan, “Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn.” (Katakan kepadaku - instruksi satu arah – dan saya lupa. Ajari saya – instruksi dengan menerangkan – dan saya ingat. Libatkan saya – instruksi dengan melibatkan anak – dan saya belajar).

Keterlibatan aktif anak dalam proses belajar adalah jantung dari proses belajar yang efektif. Di dalam kegiatan belajar mengajar diperlukan partisipasi siswa agar siswa aktif dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak terasa membosankan. Kegiatan belajar mengajar yang terfokus kepada guru, sehingga terjadi komunikasi satu arah, maka anak didik menjadi pasif, sehingga menimbulkan rasa jenuh dan bosan siswa dalam belajar, tujuan pembelajaran yang kita harapkan tidak tercapai. Menurut Katz dan Chard (1989), anak-anak memerlukan keterlibatan fisik untuk mencegah mereka dari kelelahan dan kebosanan. Cara belajar yang membuat anak harus duduk diam dan mendengarkan dalam waktu yang lama, atau anak hanya menjadi objek pasif, tidak baik untuk perkembangan fisik dan akademik mereka. Anak-anak usia sekolah dasar akan lebih cepat lelah jika harus duduk diam dibandinngkan berlari, melompat atau bersepeda.

Menurut William Burton, mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. “Teaching is the guidance of learning activities, teaching is for purpose of aiding the pupil to learn”. Dengan demikian, aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif dan partisipatif, sebab siswa sebagai subjek didik adalah yang merencanakan, dan ia sendiri yang melaksanakan belajar.

Meningkatkan partisipasi aktif anak akan lebih efektif apabila melibatkan permainan. Menurut Brierly (1994), bermain dan bereksplorasi akan membantu perkembangan otak anak, yaitu meningkatkan kemampuan berbahasa, bersosialiasi, bernalar, dan perkembangan motoriknya. Bermain akan membuat mereka lebih mengerti subjek yang dipelajari melalui eksplorasi, berimajinasi, berdiskusi, bernyanyi, bereksperimen, mengubah bentuk (object manipulation), berekreasi, dan bermain peran.

Pembelajaran Agama Islam pada aspek akhlak dengan materi sikap disiplin dan tolong-menolong merupakan materi pelajaran yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial seperti sikap terhadap diri, orang lain, dan lingkungan. Agar tujuan pembelajaran pada materi sikap disiplin dan tolong-menolong dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupannya, maka sangat diharapkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran.

Siswa perlu diikut sertakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu guru harus mengarahkan agar aktivitas berada pada pihak anak didik. Hal ini menjadi keharusan, karena memang anak didik merupakan orientasi dari setiap proses atau langkah kegiatan belajar mengajar. Peranan guru di sini sebagai pembimbing, yang dapat mengarahkan siswa dan memberi motivasi, untuk mencapai hasil yang optimal.

Sebenarnya di tempat penelitian ini dilaksankan, yaitu Sekolah Dasar Negeri 047 Tenayan Raya, guru Pendidikan Agama Islam sudah berupaya untuk melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan beberapa cara, di antaranya:

- Menggunakan media pembelajaran.

- Menggunakan metode diskusi.

- Menggunakan metode tanya jawab, dan

- Menggunakan metode sosiodrama dan bermain peran.

- Pemberian hukuman yang mendidik bagi siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

Barangkali penggunaan media, metode, dan strategi belajar yang tidak disesuaikan kondisi siswa, kondisi belajar mengajar atau tujuan pembelajaran, sehingga partisipasi siswa tetap rendah, tujuan pembelajaran pun tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Rendahnya partisipasi siswa tersebut tampak pada gejala-gejala sebagai berikut:

- Siswa kurang memperhatikan pelajaran, ditandai dengan adanya siswa yang berbicara dengan temannya, dan siswa yang asyik menggambar.

- Beberapa siswa minta izin keluar kelas dengan tujuan yang tidak jelas.

- Siswa yang bertanya hanya 20%.

- Hanya 20% siswa yang menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk seluruh siswa.

Penyebab rendahnya partisipasi siswa di atas tidak hanya dibebankan kepada siswa saja, tetapi guru pun harus ikut bertanggung jawab. Seorang guru harus menyadari, kadang-kadang guru menyampaikan materi pelajaran secara searah dan menganggap siswa sebagai objek, penerima, pencatat, dan pengingat. Penggunaan media dan metode oleh guru yang tidak sesuai dengan kondisi siswa, kondisi belajar mengajar atau tujuan pembelajaran.

Bertolak dari permasalahan di atas, guru perlu memberikan respon positif secara konkrit dan objektif yang berupaya membangkitkan partisipasi siswa, baik dalam bentuk kontributif maupun inisiatif. Bentuk kontributif dan inisiatif ini akan mampu membentuk siswa selalu aktif dan kreatif, sehingga mereka sadar bahwa ilmu itu hanya bisa diperoleh melalui usaha keras sekaligus menyadari makna dan pentingnya arti belajar.

Untuk mengatasi permasalahan di atas peneliti juga akan menggunakan metode sosiodrama dan bermain peran tetapi dengan strategi yang berbeda yang akan disesuaikan dengan kondisi siswa, kondisi belajar mengajar dan tujuan pembelajaran, sehingga siswa berpartisipasi aktif terhadap pembelajaran.

Permasalahan pada penelitian ini difokuskan pada partisipasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi sikap disiplin dan tolong-menolong melalui metode sosiodrama pada kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 047 Tenayan Raya Pekanbaru tahun 2007.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Contoh Latar Belakang (Skripsi)" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori Skripsi. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/12/contoh-latar-belakang-skripsi.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 11 Desember 2010, pukul 12.56. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger