100100 Voting: 999,879,658

Teks pidato tentang pemanasan global



TEKS PIDATO


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena berkat rahmat dan karunianyalah kita dapat berkumpul di ruang kelas yang kita cintai ini, dan tak lupa pula sholawat beriring salam kita hadiahkan pada Nabi junjungan dan yakni Nabi Muhammad Saw, dengan ucapan Allah humma solli ala Muhammad wa ali muhammad, karena beliau telah membawa kita dari alam jahiliah kea lam penuh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Yang terhormat : Ibu guru dan teman-teman yang saya sayangi untuk tidak memperpanjang waktu, langsung saja saya buka pidato ini bertemakan


PEMANASAN GLOBAL


Tahukah kalian pemanasan global.Pemanasan global adalah peningkatan suhu bumi akibat meningkatnya jumlah korban digusida di atmosfir. Ciri-ciri pemanasan global antara ain ialah :
1.        Meningkatnya suhu bumi
2.        Melelehnya es di kutub utara
3.        Iklim tidak menentu
4.        Sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor
5.        Banyak pulau-pulau kecil tergelam diakibatkan naik air dipermukaan laut.
Mungkin banyak orang bertanya dimana akibat terjadi pemanasan global. Pemanasan akan terjadi diseluruh dunia dimulai dari melelehnya es dikutub, pengunungan Himalaya dan pengunungan-pengunungan yang ada didunia, kekeringan extrim akan terjadi di afrika timur tengah Australia, Cina yang menyebabkan kelaparan dengan perubahan iklim tidak menentu akan banyak Negara yang menderita khususnya Negara-negara kepulauan seperti Indonesia yang hilang diperburuk dengan banjir bandang dan tanah longsor yang terus terjadi di Indonesia. Khusus untuk benua Eropa dan Amerika keduanya akan menghadapi bencana badai yang dahsyat seperti tornado, angi topan, hawa panas dan masih banyak lagi.
Saudara-saudara yang saya hormati
Waktu akan terjadinya pemanasan global sudah dimulai. Kita tidak bias mengelah oleh takdir di depan mata. Lalu siapa yang telah menyebabkan pemanasan global terjadi?. Manusialah yang telah menyebabkan pemanasan orang-orang di Negara-negara maju dan berkembang sama harus dan tidak mempedulihkan lingkungan mereka menebang hutan tanpa ampun sedikit pun meningkatkan jumlah-jumlah pabrik berat yang menghasilkan gas beracun melakukan pengeboran minyak secara besura-sura di Negara timtenjo amsel aste untuk kebutuhan industry dan kendaraan yang nantinya menghasilkan gas-gas beracun yang akan meningkatkan pemanasan keserakahan manusialah yang telah mengantaraan bumi diambang kehancuran, oleh sebab itu sebaiknya kita mulai membuka mata hati kita agar kita mulai memperhatikan lingkungan, pemanasan global memang sudah terjadi, tapi pemanasan global dapat dihentikan. Dengan cara yang peling sederhana yaitu mulailah menanam tanaman yang berguna buat kehidupan membuang sampah pada tempatnya dan mengurang mencari kayu dihutan.
Selangkan untuk cara yang menyeluruh mulailah melakukan reboisasi secara besar-besaran mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan diganti dengan bahan bakar bio diesel dan biogas yang terbukti tidak menghasilkan korban dioksida selanjutnya mengurangi pemakaian mesin diesel untuk listrik dan dingatikan oleh tenaga surya, panas bumi, angin dan nuklir mulai menggunakan energy alternatif karena tersedia amat tidak terbatas dan tidak berbahaya agar bumi yang kita kenal tidak hancur begitu saja dan kelangsung hidup manusia terjamin diatas muka bumi ini.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Teks pidato tentang pemanasan global" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori pidato. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2011/05/teks-pidato-tentang-pemanasan-global.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Sabtu, 14 Mei 2011, pukul 17.40. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Maulid (Hari Kelahiran ) Nabi Muhammad SAW



Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.
Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi –orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.
Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.
Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.
Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.
Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.
Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).
Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).
Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.
Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba’ (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.
Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.
Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”
Baca Selengkapnya..
Artikel "Maulid (Hari Kelahiran ) Nabi Muhammad SAW" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori dakwahkisah nabipidato. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/06/maulid-hari-kelahiran-nabi-muhammad-saw.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Jumat, 04 Juni 2010, pukul 09.38. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Contoh Pidato Bahasa Inggris - Islamic Brotherhood



 Berikut ini adalah contoh pidato bahasa inggris yang pernah dipidatokan saat lomba ibu-ibu pkk di kecamatan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Respectable jury…….
Respectable speakers…..
And my loving audience…..


            First let’s thank to Allah, and all prices to him, the lord of the world, the creator of everything in the universe who has given us the mercies and blessing until we can attend this meeting in this place.
            Secondly, peace be upon to our prophet Muhammad, Who has moved our soul from the bed character to the good one.Who had guided us from the darkness to the lightness in this world as well as in the of judgment.
            Thirdly, I,II never forget to thank Mr.Chairman, Who has given us an opportunity to deliver my speech in front of the public. Standing in front of you all, I would present my speech,under the title :  “ISLAMIC BROTHERHOOD”
Ladies and gentlemen!
            Islam commands to people to do just (rightful), and always to do goodness for every body, on the contrary, Islam prohibit for people to wrong to person, Islam educates for somebody who has trust to obey the command of Allah and always deed the goodness.For Muslims were ordered to help each other in goodness and prohibit helping each other in bed deed.Because thus, will harm all sided.In the following case, Allah said:
“But help one another unto righteousness and pious duty. Help not one anther unto sin and transgression”.
            This verses explains that Allah command to people Who believed in order to help each other in the positive case.And prohibit all the negative cases, like fight, which come the sins.
Dear muslims brother and sister!
Abu Musa tells from Rosulullah Saw, He said: The believer to the other believer like the building who strong then each other. Beside that our Prophet said, that related with Islamic brotherhood :
“The resemblance of believers in love each other like one body, when of member of body is sick, the other member of body fell to and kept”.
Ledies and gentlemen!
            Therefore, as a muslims ,let we keep the good relationship to other muslims with help each other in goodness.
Thus the expression of stimulation for goodness and obedience, which contain stimulation for muslim to help each other in goodness and obedience to Allah, and advice each other too. Finally, will be continuing in doing command of Allah, andwill get the reward in resurrection. So, whoever want to become the best exalted, they should devotion to Allah either openly and closely, and they should extend the goodness for people, and bridle the wrongs and fighting, with the right ways, so, Islamic people will happiness on earth and hereafter.
            That’s all for the time being. It is hoped that you have understood my speech well. Finally, I would like you to forgive me if I made mistakes in my speech.Thank a lot for your full attention to me.
Baca Selengkapnya..
Artikel "Contoh Pidato Bahasa Inggris - Islamic Brotherhood" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori pidato. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/contoh-pidato-bahasa-inggris-islamic.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Selasa, 23 Maret 2010, pukul 21.40. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

pidato birul walidain (berbakti kepada orang tua)



BIRUL WALIDAIN
( Berbakti Kepada Kedua Orang Tua )


Assalamu’alaikum wr.wb.


Bapak-bapak, Ibu-ibu , Hadirin-hadirat, yang dirahmati Allah SWT.
Marilah terlebih dahulu kita menghaturkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan kenikmatan yang tiada tara yakni Iman kepada Allah Swt. Marilah kita senantiasa pegang teguh Iman kita ini hingga akhir hayat kita.
Shalawat beserta salam marilah kita sampaikan kepada Nabi kita Muhammad Saw. Yang telah membawa umat manusia dari jaman kegelapan menuju jaman yang penuh cahaya.


Dewan juri yang bijaksana, hadirn-hadirat yang berbahagia,
Perkenankan saya berdiri dihadapan bapak-bapak dan ibu-ibu , serta rekan-rekan semua untuk menyampaikan pidato yang berjudul “ Bebuat baik kepada kedua orang tua ”
Ada tiga hal yang selalu allah SWT sandingkan dalam Al Qur’an, yakni : Pertama, Aqiimusshalah wa Aatuzzakah ( Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat) ; Kedua, Athi’ullah wa athi’urrasul ( taatilah Allah dan taati rasul) ; Ketiga, Anisykurli waliwa lidaik ( Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu). Pada kesempatan yang baik ini saya hanya akan membicarakan hal yang ketiga yakni “ Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu”


Di Dunia ini ,  Siapakah orang pertama yang paling kita hormati, kita sayangi  dan yang paling kita dahulukan berbuat baik ? Tentu jawabannya adalah kedua orang tua kita. Mengapa?
Pertama, Adanya kita di dunia ini lantaran kedua ibu bapak kita. Mustahil kita ada seperti sekarang ini, jika kedua orang tua kita tidak ada. Setiap manusia lahir pasti karena perantaraan Ibu dan Bapak, kecuali Nabi Adam dan Nabi Isa yang hanya melalui perantaraan ibu.
Kedua, Kedua orang tua kitalah yang tidak lelah dan bosan merawat kita mulai dari dalam kandungan , setelah kita lahir, kemudian menjadi anak-anak bahkan setelah kita dewasa, kasih sayangnya tak pernah lekang dicurahkan  kepada kita.


Hadirin rahima kumullah.
Kalau kita mau menengok kebelakang dan merenungkan saat-saat kita masih dalam kandungan dan ketika kita masih bayi, niscaya tidak patutlah bila kita berani berkata kasar, melawan bahkan durhaka kepada orang tua. Betapa saat kita dalam kandungan selama sembilan bulan, ibu kita kemanapun pergi selalu membawa kita . Ketika duduk, berjalan, dan tidur betapa payahnya ibu kita itu. Dan saat-saat yang paling menegangkan adalah ketika proses melahirkan kita, Ibu kita berjuang menahan kesakitan yang luar biasa , bisa satu, dua , bahkan tiga hari dengan tidak tidur sepicingpun . Syukur kalau melahirkan secara normal, terkadang ibu kita harus rela perutnya dibedah agar kita bisa nongol didunia ini. Sementara sang ibu berjuang dengan taruhan nyawa, Sang bapak tak kalah gelisahnya, mundar-mandir kesana kemari dan mempersiapkan seluruh keperluan untuk kelahiran kita. Karib kerabat kitapun turut berdo’a untuk kelancaran kelahiran kita. Untuk mengenang itu semua ada sebuah lagu yang patut kita renungkan :


            Waktu kami lahir
            Ibu yang tersiksa
            Ayah bingung tak karuan tiada tujuannya
            Kerabat dan famili, sama menghadiri
            Teman banyak datang mengandung relanya hati   2x
            Ooh.. ibuku , alangkah sakitnya
            Tak dapat kami membalasnya.














Kemudian setelah kita berhasil menghirup udara didunia ini, kerepotan ibu tidak berkurang bahkan bertambah. Ibu kita tidak kita biarkan tidur lelap baik siang maupun malam, kita selalu menangis minta disusui, ibu kita tidak jijik dengan pipis dan berak kita, beliau siap setiap saat mengganti popok kita. Belum lagi saat kita sakit-tengah malam lagi- pasti gusarnya luar biasa, mereka akan mencari obat kemanapun asal kita segera sehat kembali.


Hadirin hadirat sekalian,
Mereka lakukan semua itu, apakah minta pamrih? Tidak, sama sekali tidak! Ibu Bapak kita dengan ikhlas menjalankan perannya sebagai orang tua. Mereka akan rela mengeluarkan biaya berapapun untuk kebaikan kita. Mereka menyekolahkan kita agar kita menjadi orang pintar, orang yang berguna bagi bangsa, Negara dan agama. Meraka akan rela mengorbankan kebahagiannya demi kebahagiaan kita.
Lantas apakah yang mereka harapkan dari kita , anaknya? Tidak lain adalah bakti kita kepadanya .Sebagai anak yang harus kita lakukan adalah selalu berbuat baik kepadanya, jangan sekali kali berkata “ ah ” atau membentak kepada keduanya. Kita harus berkata dengan lemah lembut penuh dengan sopan santun. Dan yang terpenting adalah kita senantiasa mendoakan kedua orang tua kita dengan do’a : “Rabbighfirli waliwa lidayya warhamhuma kama rabbayani shoghira” ( Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani aku waktu kecil).


Dewan juri , Bapak-bapak, Ibu-ibu serta hadirin sekaian,
Demikianlah pidato singkat saya ini , mudah-mudahan kita semua menjadi anak yang senantiasa menjadi harapan orang tua, menjadi anak sholeh yang selalu mendo’akan  keduanya baik ketika masih hidup terlebih ketika sudah meninggal kelak.


Sebagai akhir pidato saya ini, saya akan persembahkan beberapa pantun :


            Gunung salak gunung kelabu
            Awan menutup pulau andalas
            Hutang anak kepada Ibu
            Seumur hidup tiada terbalas


                        Ikan beranak bera-rupa
                        Banyak dijual di Tanjung Balai
                        Hutang anak kepada bapak
                        Seumur hidup tiada ternilai


            Banyak rumbia di Tanjung Balai
            Hinggap gelatik pada akarnya
            Biarpun hutang tiada ternilai
            Budi yang baik jadi gantinya


Wabillahittaufiq wal hidayah, wabirridho wal ‘inayah, wassalamu’alaikum wr.wb.
Baca Selengkapnya..
Artikel "pidato birul walidain (berbakti kepada orang tua)" Di Posting oleh: Dewi dari Blog Berita Online, dalam kategori pidato. Melalui permalink https://dewi-fortune.blogspot.com/2010/03/pidato-birul-walidain-berbakti-kepada.html. Rating: 1010 Voting: 97,687, Tanggal Kamis, 11 Maret 2010, pukul 02.42. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :
 
Is Hosted by Blogger